Bengcu Menggugat Group FB Teologi Publik


Gambar: yosandylipsan.com

Admin closed group FB “Teologi  Publik” adalah Asnath Natar, Daniel K Listijadubi, Hehanussa Jo, Ki Atma, Kristanto Budiprabodo, Neles Karundeng, Novelina Laheba, Victor Hamel, Victor Silaen, Wir Kasut, Yakub Setiaji Dwipa.

Dari ke 11 Admin tersebut di atas, sembilan orang diundang masuk grup oleh Victor Hamel dan satu orang diundang oleh Wir Kasut. Wir Kasut sendiri diundang oleh Victor Hamel, itu sebabnya dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar pendiri grup tersebut adalah Victor Hamel.

Saya tidak tahu kapan dan siapa yang mengundang hai hai bengcu alias ang ciyang alias arief chrisdiyanto bergabung dengan grup tersebut. Tadi malam saya melihat status yang ditulis oleh salah satu Admin group, sebut saja namanya Syahrini (bukan nama sebenarnya). Karena tertarik oleh nama grupnya, “Teologi Publik” maka saya pun mencari tahu tentang grup tersebut. Siapa adminnya? Siapa anggotanya? Dari 405 orang anggota group tersebut, 32 orang adalah teman FB saya.

DESCRIPTION: Group ini hanya bagian kecil dari usaha membangun kesadaran berteologi dalam konteks. Usaha semacam ini diharapkan dapat menjadi dorongan yang pada akhirnya dapat membentuk opini-opini, pemahaman, gerakan yang lebih kontekstual dalam berteologi secara khusus di Indonesia. Isu-isu publik, khususnya di Indonesia, dapat menjadi kajian dan perbincangan serius maupun tidak serius. Tetapi yang terpenting adalah sejauh mana teologi dapat memberi warna yang cerah di ruang publik. Semua postingan di group ini tidak diijinkan mengandung unsur rasis dan anti keragaman.

DESCRIPTION: Semua postingan di group ini tidak diijinkan mengandung unsur rasis dan anti keragaman.

Tersebut di bawah ini adalah status Syahrini (bukan nama sebenarnya). Komentator-komentator lainnya kita sebut saja Kabayan (bukan nama sebenarnya), Tole (bukan nama sebenarnya). Arief Chrisdiyanto (nama sebenarnya):

Syahrini: Barusan wawancara dgn seorang calon mhs, dia menjelaskan sesuatu dengan menggunakan campuran bhs Indonesia dan bhs Inggris: Kita harus memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan, menjadi needs masyarakat sama seperti yang yang dilakukan oleh Yesus, bukan dengan konsep-konsep tetapi dengan tindakan, action. Kita harus memikirkan sesuatu, something yang bisa kita dilakukan…. bukan hanya back to bible, kembali ke Alkitab, tetapi….. dstnya. Setelah itu saya tanya, bgm kira-kira kemampuan bhs Inggrismu? Dia jawab: pas-pasan, Bu. Sudah lama saya tidak gunakan, kalau baca bisa sedikit… tp kalau bicara susah…..(???) Orang ini telah memperkosa bhs Indonesia spy kelihatan ilmiah, dia sdh mengucapkan bhs Indonesianya tetapi ditambah lg dgn bhs inggris seolah-olah bhs Indonesianya tdk jelas shg perlu diperjelas dgn bhs Inggris…. inilah korban latah….. kalau kita menggunakan istilah krn sulit dijelaskan dlm bhs indonesia, bagus… tetapi kalau model nyelip-nyelip kata-kata begini, apalagi ada bhs indonesia, ini yg parah…..

Kabayan: He he he …. biar kelihatan Keren … kali.. ya…

Syahrini: Begitulah…. tapi kelihatan bodohnya…. he… he…

Tole: hihihi.. dalam hatiku berbisik, ” bu Syahrini nyindir diriku juga, but matur thankyou ya bu… hehe.. malah diulangi.

Syahrini: @Tole, nyindir yang mana? nggaklah… ini memang pengalaman barusan yg bikin sy geleng-geleng kepala….

Tole: maksud saya, Bu Syahrini telah mengingatkan dalam menggunakan bahsa yang benar, bukan sal comot. biar kedengaran hebat dan memiliki pemahaman yang baik ttg sesuatu. Terimaksih bu.. apalagi sekarang dikepalaku lagi campur aduk kata-kata baru yang rasanya mau pecah. Salam

Syahrini: @Tole, kalau lagi belajar bhs sich ndak apa-apa, saya bisa mengerti krn keterbatasan vocabulary, sementara kita hrs latihan mempraktekkannya. Tp kalau sengaja melakukannya spy kelihatan hebat, ini yg keliru…. sesuatu yg mudah dibuat sulit, orang malah tdk mengerti alias bingung…. he… he…

Arief Chrisdiyanto: Syahrini: Begitulah…. tapi kelihatan bodohnya…. he… he…

Arief Chrisdiyanto: Yang bersangkutan sudah diberitahu bahwa tindakannya demikian bodoh?

Syahrini: @Arief: dari pertanyaan saya, saya harap dia menyadari bhw tindakannya mencampuradukkan bhs adalah tindakan bodoh dan membodohi org lain….

Arief Chrisdiyanto: @ Syahrini, Mari kita BERHARAP Roh Kudus MENGINSAFKAN dia sehingga MENYADARI tindakannya BODOH dan MEMBODOHI orang lain sambil MENGEJEK-nya di FB. Tindakan demikian sangat KRISTIANI sekali karena sangat BERIMAN sekali, bukan? ha ha ha ha ha ….

Alkitab tidak mencatat kisah YHWH mengirim nabi ke Sodom dan Gomora untuk mengajari MEREKA cara hidup benar. Juga tidak mencatat kisah YHWH mengirim nabi untuk MENEGOR cara hidup orang-orang Sodom Gomora. Namun alkitab mencatat YHWH menghukum sodom dan Gomora karena MEMVONIS penduduknya JAHAT.

Di dalam kelas-kelas pelatihan kepatuhan anjing selalu diajarkan prinsip pelatihan anjing yaitu, “Jangan menghukum anjing bila dia belum mengerti perintah dan mampu melakukannya.” Juga diajarkan agar “Jangan hanya BERHARAP namun BERTINDAKLAH!” Anjing baru dianggap benar-benar MENGERTI perintah setelah berlatih 30-70 kali. Anjing baru benar-benar PATUH setelah berlatih 4000-6000 kali.

Pantasan orang-orang yang komentar di webblog bengcumenggugat dan di status saya NGAMUK ketika dikasih tahu, tindakannya TOLOL sekali, itu sebabnya dia harus membina diri dengan cara bla bla bla. Rupanya tindakan saya demikian tidak Kristiani dan tidak beriman, ya? ha ha ha ha ha

Syahrini: @Arief: maaf, coba diperhatikan pada saat kapan saya menggunakan kata bodoh di atas…. itu dlm menanggapi tulisan komentar pak Lukas E. Sukoco yang mengatakan bahwa tindakan itu Keren…. bgm bisa sebuah bhs yang campur-campur dan membingungkan seperti itu dipandang keren atau bagus…… bukan dlm rangka mengejek…. perlu melihat konteksnya…… tp kalau Pak menganggap saya tdk kristiani dan tidak beriman, tidak apa-apa… sekarang Pak malah yg menghakimi saya….

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, yang ingin saya sampaikan sangat tegas dan gamblang bahwa sebagai PENDIDIK seharusnya Syarini (bukan nama sebenarnya) menegor calon mahasiswa tersebut tanpa tedeng aling-aling, “Kisanak, tindakanmu mencampuradukkan bhs adalah tindakan bodoh dan membodohi org lain….!”

Alih-alih melakukan hal demikian, Syarini (bukan nama sebenarnya) justru mengajukan pertanyaan, “bgm kira-kira kemampuan bhs Inggrismu?” dan menurutnya melalui pertanyaan tersebut dia berharap calon mahasiswa itu menyadari bhw tindakannya mencampuradukkan bhs adalah tindakan bodoh dan membodohi org lain.

Kenapa di FB Syarini (bukan nama sebenarnya) menyatakan dengan gamblang bahwa tindakan calon mahasiswa itu bodoh dan membodohi orang lain namun tidak langsung MENEGOR yang bersangkutan? Saya tidak tahu! Namun kita tahu bila calon mahasiswa itu melihat yang dilakukan Syarini kepadanya di group Teologi Publik, dia pasti menganggap Syarini biang gosip yang becusnya cuman ngomongin orang di belakangnya.

Ketika hendak mengomentari lagi tadi siang, ternyata account Arief Chrisdiyanto sudah ditendang keluar dari group. Ada dua Admin yang memberi Lake pada status Syarini tersebut yaitu: Neles Karundeng dan Victor Hamel. Syahrini (bukan nama sebenarnya) juga admin. Account Arief Chrisdiyanto tidak bisa menemukan account Victor Hamel, itu berarti account Arief Chrisdiyanto diblock olehnya.

Nah, kerabatku sekalian, dari ke 11 Admin closed group FB Teologi Publik, siapa yang menendang Arief Chrisdiyanto keluar dari group dan apa alasannya? Karena kedua komentarnya di atas atau karena tulisan-tulisannya di Webblog bengcumenggugat dan FB? Saya tidak tahu!

Namun kita tahu, siapa pun yang melakukannya adalah bukti bahwa description group tersebut baginya hanya omong kosong belaka. Baginya semboyan group tersebut “Semua postingan di group ini tidak diijinkan mengandung unsur rasis dan anti keragaman.” adalah pepesan kosong belaka.

Perilakunya demikian juga membuktikan yang bersangkutan RASIS dan ANTI KERAGAMAN yang tidak segan-segan untuk MEMBUNUH untuk menang.

Kepada yang bersangkutan juga kepada orang Kristen dan pendeta, izinkan saya memberi nasehat, “Kisanak, kalau hanya mau mencari KEPUASAN, lebih baik anda masturbasi alias ngeloco saja dari pada jadi admin group atau bikin group FB. Ngeloco pasti bikin anda puas.” Juga, “Kisanak, kalau cuman mau dijilat pantatnya setinggi langit, lebih baik anda pelihara anjing saja dari pada jadi admin group atau bikin group FB. Anjing akan senang sekali disuruh menjilat pandat anda.”

Kerabatku sekalian, lebih baik masturbasi dan piara anjing dari pada mempermalukan umat Kristen dengan perilaku anda yang PICIK dan PENGECUT. Atau namai group anda “saling jilat pantat”.

5 thoughts on “Bengcu Menggugat Group FB Teologi Publik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s