Dokter Spesialis Semua Penyakit


Gambar: naruto

Gambar: naruto

Hamparan Perak, itulah nama kampung kami. Setelah pulang kampung tahun 2003, aku dan Happy lee pun ketagihan pulang kampung. Itu sebabnya dalam setahun kami pulang kampung dua hingga tiga kali untuk memenuhi undangan nikah.

Dokter adalah profesi yang sangat dihormati di kampung kami. Dua orang adik saya dokter. Waktu salah satunya pulang kampung sebelum saya pulang kampung tahun 2003, dia banyak menerima konsultasi dan dianggap hebat karena resep-resep yang diberikannya benar-benar tokcer.

“Kakaknya dokter,”  itulah cara aku diperkenalkan kepada orang-orang sekampung yang tidak aku kenal atau yang sudah aku lupakan setelah 30 sekian tahun merantau. Dan orang-orang segera mengenaliku. Rupanya adikku yang dokter itu benar-benar masyhur di kampung kami.

Lucunya banyak orang kampungku yang lugu menyangka sebagai kakaknya maka ilmuku lebih sakti dari adikku yang dokter. Itu sebabnya mereka sering konsultasi masalah kesehatan padaku. Aku tinggal SMS keluhan mereka dan memberitahu mereka jawaban SMS dari adikku yang dokter.

Suatu hari ketika berkunjung ke rumah salah-satu kerabat di kampung lain, di rumahnya sedang ngerumpi beberapa orang perempuan dari yang berumur 20 tahun sampai yang berumur 60 an tahun. Rupanya mereka sedang diskusi tentang kerabatku yang sedang sakit dan tentang dokter.

Salah satunya yang  merasa dirinya berkata, “hai, kalian tahu tidak? Dokter itu ada spesialisasinya lho? Ada yang spesialisasi penyakit biasa, ada yang spesialisasi jantung, ada yang spesialisasi penyakit tipus, tbc dan lain-lainnya. Itu sebabnya bila hendak berobat kita harus bijaksana memilih dokternya. Kalau salah pilih dokter, maka uang habis penyakit pun tak sembuh.”

Mereka lalu terlibat dalam obrolan yang seru tentang dokter-dokter yang ada di kota kami dan spesialisasinya masing-masing. Aku mendengar rumpian mereka tanpa komentar. Tiba-tiba salah satu perempuan itu menunjuk saya dan berkata, “Dia kakaknya dokter. Dia punya dua orang adik yang jadi dokter. Mereka dokter yang lihai sekali.”

Perempuan-perempuan itu pun menatapku kagum. “Kakaknya dokter? Dua orang dokter dalam satu keluarga? Dokter lihai? Luar biasa.” Perempuan-perempuan itu saling bergumam menyatakan kekagumannya. Saya tersenyum pasrah.

Tiba-tiba salah satu perempuan itu, yang paling cantik bertanya padaku, “Ahia a. Artinya abang. Esai cio meng o? Artinya boleh pinjam tanya?” Membalas senyumnya saya pun berkata, “Jangan sungkan. Jangan sungkan. Silahkan bertanya.”

Sambil tersenyum jengah, si cantik pun bertanya, “Kedua adikmu, dokter spesialis apa mereka?” Ketika saya diam, perempuan-perempuan itu menatap tajam menuntut jawaban.

Menghela nafas panjang saya lalu berkata malu-malu, “Kedua adik saya dokter spesialis semua penyakit. Itu sebabnya yang berobat ke mereka penyakitnya macam-macam.” Perempuan-perempuan itu menatap saya dengan mata terbelalak, si cantik pun berkata terkagum-kagum, “Wow …. dokter spesialis semua panyakit? Pantasan dia lihai sekali. Pantasan banyak orang-orang kampung kalian memuji-muji kehebatannya.”

“Tidak. Tidak. Tidak. Adik saya biasa saja. Orang-orang kampung kami terlalu memuji. Hai ya … Orang kampung sendiri memang suka memuji orang sekampungnya terlalu tinggi. Tidak berani mengagul-agulkan diri. Tidak berani mengagul-agulkan diri.” Saya menunduk sambil menggoyang-goyang kedua telapak tangan menolak pujian mereka. Perempuan-perempuan itu tertawa senang lalu saling menggumam, memuji kedua adik saya dan memuji sang kakak yang sangat rendah hati.

Perempuan-perempuan itu lugu sekali. Tentu saja saat itu saya bercanda maksud saya dengan dokter spesialisasi semua penyakit adalah dokter umum. Namun rupanya mereka salah paham dan menganggap kedua adik saya dokter yang hebat. Ha ha ha ha ha …

Advertisements

One thought on “Dokter Spesialis Semua Penyakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s