Hari Ini Nenek Ulang Tahun


Gambar: umy.ac.id

Gambar: umy.ac.id

Tahun 2007 aku dan Happy Lee kembali pulang kampung. Ketika melaju naik motor, kami melihat nenek menggoes sepeda tuanya. Saya mencegah Happy lee menyapa sebab kuatir nenek kehilangan keseimbangan gara-gara membalas salamnya.

Happy Lee memperlambat motornya dan dari boncengan saya menatap nenek puas-puas. Dia orang Jawa. bersarung dan kebaya. Menatap lurus ke depan, kedua tangannya menggenggam stang santai. Tubuhnya tegak.

Kayuhannya bertenaga dan berirama. Sepedanya melaju ringan. Nenek anggun di atas sepedanya. Kami mendahuluinya.

Seratus meter di depannya kami mampir di sebuah rumah makan. salah satu tempat kami biasa nongkrong ketika pulang kampung. Ifumi goreng, Kwetiau goreng dan bihun gorengnya cukup istimewa, selain itu harganya juga relatif murah.

Seperti dugaan kami, nenek mengenali kami, itu sebabnya dia juga mampir di warung itu dan menemui kami. Kami bersalaman dan saling menepuk dan mengelus bahu, membuat beberapa orang yang ada di sana heran melihat kami ngobrol dan bercanda sangat akrab dengan nenek seolah-olah teman lama.

Dagangan nenek hari itu kurang laku, tapenya masih banyak yang belum terjual. Happy Lee bertanya, “Nek, kalau tapenya diborong, apakah nenek mau tolong mengantarkannya ke rumah-rumah kerabat kita?” Nenek tertawa sumringah, “Ya maulah nak. Mau diantar ke mana saja?”

Happy Lee pun menyuruh nenek menghitung jumlah  tapenya. “Hari ini tape nenek kurang laku. Masih tinggal banyak nian ni,” kata nenek. Setelah jumlah tape ditetapkan, Happy Lee pun bertanya, “Boleh nawar ya nek?” Nenek tertawa lepas, “Terserah anak lah. Ha ha ha …”

Ketika Happy Lee menyebutkan harga penawarannya Nenek pun ngakak. Dia menerima uang dari Happy Lee, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih dari harga tapenya. “Biar Tuhan balaskan kebaikan anak,” Kata nenek sambil menggoyang-goyang tangan Happy Lee. “Duh Gusti, kok ada orang-orang yang baiknya seperti anak-anak ini?” katanya.

Happy Lee mengajak saya berunding, kemana saja tape-tape itu harus diantarkan dan berapa jumlah anggota keluarga penerima tape-tape itu. Tape-tape itu dibagi menjadi beberapa kantong, masing-masing kantong jumlahnya sesuai dengan jumlah anggota keluarga.

Entah dapat ide dari mana, tiba-tiba Happy Lee berkata, “Nek, tolong jangan bilang tape itu dari kami ya? Malu, masak kita hanya mengirim tape?”

Nenek menatapnya tersenyum, setelah berkali-kali bertemu kami, dia langsung dapat mencium bakal menghadapi kejailan.

“Kalau ditanya nenek harus bilang apa?” tanya nenek. Happy Lee menahan tawanya, “Bilang hari ini nenek ulang tahun jadi bagi-bagi tape!” Mendengar ucapan Happy Lee aku dan nenek ngakak.

Nenek ragu-ragu namun Happy Lee dengan keahliannya berhasil meyakinkan dia. Hari itu kampung kami pun gempar. “Nggak ada angin nggak ada hujan. Nenek mengunjungi rumahku dan memberi hadiah tape karena nenek ulang tahun.”

NENEK. Apabila anda ke kampungku, dan bertanya tentang nenek tukang tape, dan orang itu menjawab bahwa dia tidak mengenalnya, maka itu berarti orang itu adalah orang gila atau orang itu sudah pikun atau dia orang baru atau dia bukan orang yang tinggal di kampungku.

Nenek tukang tape, umurnya tahun ini genap 106 tahun, setiap hari, sepanjang tahun, sejak muda, dia melaju dengan sepeda tuanya untuk menjual tape keliling kampung kami. Anaknya sudah renta, cucunya sudah tua cicitnya pun sudah dewasa dan menikah, mungkin sudah bercucu pula, namun dia tetap tegar dan mandiri.

Semua orang kampung kami menghormatinya kami membeli tapenya bukan karena kasihan namun karena tapenya memang enak. Saya dan Happy Lee menyebutnya nenek namun kami menganggapnya sahabat dan memperlakukannya sebagai sahabat, ngobrol bercanda dan saling menggoda.

Nenek bukan satu-satunya sahabatku dan Happy Lee, kami masih memiliki beberapa orang sahabat tua di kampung, namun nenek adalah yang paling tua, paling sehat, paling tegar dan paling lucu serta paling lugu.

Mungkin anda menyangka nenek tetap berkarya karena anak cucunya tidak sanggup membiaya hidupnya? Anda salah sangka! Nenek tetap berkarya karena baginya hidup memang untuk berkarya dan dia MENIKMATI hidup dan karyanya. Dia bahagia sebagai penjual tape, itu sebabnya dia tetap menjual tape walaupun umurnya tahun 2003 yang lalu 102 tahun.

7 thoughts on “Hari Ini Nenek Ulang Tahun

  1. salam hormat om
    ijin bertanya, om hai hai dpt dong resepnya dr si nenek spy berumur panjang dan ttp berkarya, boleh dibocorin om ke saya
    tp yg bener umurnya 106 apa 102 taun om(hehehe…)

    • Tahun 2003 dia mengaku berumur 102 tahun. Tahun 2007 dia berumur 106 tahun. Waktu saya tanya, “Nek, apa rahasianya panjang umur?” Si Nenek jawab, “Kalau mau panjang umur, jual tape kayak nenek.” ha ha ha ha ha ….. mau?

  2. mohon pencerahan pak hai hai,
    Mengenai keterkaitan Agama, Cinta dan Sesuatu yg di namakan Iman

    aku hanya orang kristen yg tidak kuat dalam hal beragama.
    Kesengsem dgn perempuan muslim yg kuat agamanya.
    Kalau mau nikah harus seagama.
    Apa yg harus kulakukan??

  3. hahaha…
    iya om sy mau jual tape
    klo ga abis nnti k rmh om hai hai atau heppy lie biar diborong lg
    wkwkwk…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s