Teolog Penipuan Revolusi Industri


12417746_181796738877892_1496951129907114703_nSarjana teologi STT Jakarta goblok tidak tahu sejarah Guru Sekolah Minggu ditipu Robert Raikes bahwa Revolusi Industri menyebabkan petani kehilangan lahan pertaniannya sehingga terpaksa bekerja di pabrik.

Arief Chrisdiyanto: Masalahnya adalah, setelah emeritus, DUITNYA kurang karena tunjangan GKI yang tidak seberapa itu berkurang parah. Meskipun nafsu gede mau kotbah namun nggak ada yang menjadwalkannya karena kotbahnya bukan hanya bikin ngantuk namun kualitasnya KW3 dan perilaku pendetanya menyebalkan. itu sebabnya, Emeritus yang sebenarnya ANUGERAH menjadi momok bagi pendeta-pendeta GKI. Emeritus faktanya adalah PENSIUN alias DIPAKSA untuk nganggur. Sudah bertahun-tahun saya menyatakan kepada sesama orang GKI bahwa selama orang-orang GKI tetap membohongi dirinya tentang EMERITUS maka selama itu pula PENYAKITNYA tidak akan ditanggani..

Ina Nadi: Hahahaha bisa bandingkan kehidupan pendeta GKI dng pendeta seazas yg bukan GKI.( pak Arief Chrisdiyanto) bolehlah studi banding ke GKJW atau GPIB bagaimana pdt mereka emeritus…smile emoticon pdt GKI harusnya nggak perlu kuatir ttg hidupnya jika emeritus apalgi klo kreatif.

Efron Dwi Poyo: Justru kuwi gawé pdt gki gak kreatif merga di wilayah nyaman.

Arief Chrisdiyanto: Ina Nadi Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Saya tidak punya pengetahuan tentang sistem tunjangan di gereja yang lain. Namun, sejak muda saya menentang tunjangan pendeta GKI yang TERLALU kecil, bahkan menganggap tunjangan koster GKI sebagai tidak manusiawi. Gimana pendeta mau KREATIF kalau anggota jemaatnya luar biasa PELIT dalam memberi kolekte? Orang Kristen GKI gemar sekali berkata, “Allah kita adalah Allah yang KAYA!” Kaya dari hongkong kalau tunjangan pendetanya pas pasan?

Efron Dwi Poyo: Saya malah bilang ke pejabat gereja agar guru SM digaji spy lebih profesional. Soal “Allah kaya” saya malah gak pernah dengar orang GKI teriak2 soal itu

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo Lebik baik anda bikin sekolah TK dan SD saja, biar lebih profesional. ha ha ha …

Efron Dwi Poyo: Yg saya maksud SM adalah kebaktian anak yg di GKI berkonsep sekolah minggu. Sila baca.

Wahyu Wepe Pramudya: wah Arief Chrisdiyanto ketemu dengan Efron Dwi Poyo alias suhu hai-hai ketemu mbak dukun sesat. bakal ramai nih.

Efron Dwi Poyo: nek protas protes tanpa argumen dan data serta fakta ya kurang merangsang untuk berdiskusi. kalau saya sudah memilih untuk berdiri di luar gereja (dalam arti kepengurusan) karena memang tidak mau mengganggu ketenteraman para pejabat gereja. BTW Arief Chrisdiyanto yang dimaksud koster itu apa?

Arief Chrisdiyanto: Wahyu Wepe Pramudya Kongzi berkata, “You, mari kuajari tentang tahu. Tahu katakan tahu. Tidak tahu bilang tidak tahu. Itulah tahu.” Lunyu 2:17 – Weizheng.

Masalahnya adalah, kebanyakan orang tidak tahu namun berlagak sok tahu. Orang-orang demikian, merasa dirinya sudah berbuat banyak namun tidak ada sumbangsinya bagi banyak orang.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo koster artinya tukang jaga gereja.

Efron Dwi Poyo: Terima kasih saya baru tahu arti koster dari Arief Chrisdiyanto. sepanjang yg saya tahu dari ilmu liturgi koster adalah pejabat rumah ibadah yang bertugas menentukan bahan bacaan untuk pengajaran. bahkan koster yang mengatur bacaan untuk yesus (lukas 4:20). ternyata baru tahu koster di gki sdh berubah menjadi office boy. hebat gki!

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo mungkin saja istilah yang saya gunakan salah. jadi, penjaga gereja di GKI namanya bukan koster ya? Istilah apa yang benar ya? Satu hal lagi, seingat saya, koster itu namanya penjaga gereja di Katolik. Jadi saya salah ya? maafkan dech.

Efron Dwi Poyo: lha ya embuh karena saya tidak pernah menyebut koster untuk penjaga atau office boy gereja. barangkali sudah kaprah di gki penjaga atau pesuruh gereja itu koster.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo, berapa umur anda? Anda anggota GKI? Sejak kapan anda jadi anggota GKI? Saya mulai ikut sekolah minggu di GKI Siliwangi tahun 1973. Salah satu sahabat saya, namanya Mas Yanto, Seingat saya dia sudah menjadi koster gereja kami sejak akhir tahun 70 an. Sahabat saya sejak SMP yang lain adalah anak koster gereja Katolik. Sepanjang yang anda tahu? Spanjang anda tahu? Sepanjang dari gogling ya?

Efron Dwi Poyo: Arief Chrisdiyanto sampeyan koq kayak pulisi saja nanyak2? eh kalo pulisi nanyanya sesuai dengan perkara, tapi sampeyan mulai ad hominem. saya bukan siapa2. saya hanyalah seorang warga yg mendapat stigma sesat dari kalangan tertentu.

Arief Chrisdiyanto: Lucu ya? Saya bertanya. Kalau anda tidak mau menjawab ya. sudah. Saya jelaskan kepada anda tentang diri saya, untuk menguji bahwa meskipun sempat stroke bulan januari yang lalu, namun saya masih baik baik saja dalam pengetahuan tentang KOSTER gereja GKI dan Gereja Katolik.

Jadi, “sepanjang yg saya tahu dari ilmu liturgi koster adalah pejabat rumah ibadah yang bertugas menentukan bahan bacaan untuk pengajaran. bahkan koster yang mengatur bacaan untuk yesus (lukas 4:20). ternyata baru tahu koster di gki sdh berubah menjadi office boy. hebat gki!”?

Efron Dwi Poyo: Arief Chrisdiyanto, sebaiknya diskusi jangan dibawa ke ranah pribadi. itu jika masih mau diskusi dengan saya. dalam ilmu liturgi yg saya pelajari (3 sks) koster itu pejabat rumah ibadah yang menentukan bacaan. seorang dosen saya h.a. van dop yang karangan nyanyiannya ada di kidung jemaat.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo makanya saya tanya, “berapa umur anda? Anda anggota GKI? Sejak kapan anda jadi anggota GKI?” Kalau anda orang GKI baru atau anda orang Kristen Baru, silahkan dech anda nggak ngerti istilah KOSTER artinya penjaga gereja alias Office boy gereja di Indonesia.

Efron Dwi Poyo: kog mbalik lagi?

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo jadi kisanak, peduli setan dengan 3 SKS. Di gereja Indonesia, KOSTER artinya OFFICE boy alias penjaga gereja di Indonesia. Jadi, tolong jangan kekeh jumekeh bawa-bawa 3 SKS dech. ha ha ha ha … anda alumni STT Jakarta?

Efron Dwi Poyo: Saya hanya menjelaskan bahwa saya tidak spt tuduhan sampeyan bhw saya gugling. Ya sutra. kita sudahi saja diskusi ini.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo Sudahi? Itukah yang diajarkan oleh sarjana-sarjana STT Jakarta? Sudahi? Kisanak, kalau SAYA salah, maka saya akan MINTA MAAF. Itulah CARA diskusi yang BENAR. Itulah CARA menemukan KEBENARAN. Anda mau DEBAT yang lain? Mari kita bahas TULISAN anda tentang sekola minggu. Tulisan anda itu MEMBUAL. Mau kita uji? ha ha ha ….

Efron Dwi Poyo: uji saja. membual artinya to converse.

Efron Dwi Poyo: Terjadi perobahan dasyat tenaga manusia dan hewan diganti oleh mesin-mesin industri. Puncaknya adalah permintaan sangat tinggi terhadap bahan-bahan wall. Akibat permintaan sangat tinggi tersebut membuat lahan-lahan pertanian secara kilat makin berkurang, karena beralihrupa menjadi padang rumput bagi domba-domba penghasil bahan wol. Akibat selanjutnya muncul pengangguran petani besar-besaran, karena mereka sudah tidak mempunyai lagi lahan untuk bercocok tanam. (kutipan hai hai atas blog Efron Dwi Poyo).

Arief Chrisdiyanto: Kerabatku sekalian, Kongzi berkata, “You, mari kuajari tentang tahu. Tahu katakan tahu. Tidak tahu bilang tidak tahu. Itulah tahu.” Lunyu 2:17 – Weizheng

Nafsu gede namun kepalanya kosong. Itulah Efron Dwi Poyo. Belajar dulu baik-baik. Setelah mengerti baru mulai mengajar. Dia malas sekali belajar namun getol sekali mengajar. Itulah yang disebut tong kosong nyaring bunyinya.

Alih-alih menyebabkan kemiskinan Revolusi Industri 1750-1850 justru mendatangkan kekayaan. Alih-alih memicu pengangguran Revolusi Industri justru kekurangan tenaga kerja. Karena kekurangan tenaga kerja itu sebabnya anak-anak pun dipekerjakan.

Nah, kebatku sekalian, Efron Dwi Poyo bukan hanya membual namun dia melakukan pembohongan publik. Sok ngajar padahal kepalanya masi kosong melompong. ha ha ha ha …

Efron Dwi Poyo: Arief Chrisdiyanto, kalo sudah ngantuk tidur saja nggak usah maksa. sayabukan penulis novel yang suka mengulang-ulang kata dan kalimat. jadi kalau melewatkan satu kalimat saya sampeyan akan mislead. makanya tidur saja.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo anda memang bukan penulis lovel namun PEMBUAL. Untuk apa anda copas tulisan JELEK dan tidak BERGUNA anda itu? ha ha ha ha …

Efron Dwi Poyo: ngapain jugak dibaca?

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo anda dapat penglihatan atau tuhan kirim email sehingga anda MENGUBAH sejarah Revolusi Industri Inggris menjadi:

“Akibat permintaan sangat tinggi tersebut membuat lahan-lahan pertanian secara kilat makin berkurang, karena beralihrupa menjadi padang rumput bagi domba-domba penghasil bahan wol. Akibat selanjutnya muncul pengangguran petani besar-besaran, karena mereka sudah tidak mempunyai lagi lahan untuk bercocok tanam.”

ha ha ha ha … orang goblok juga tahu bahwa sejarah Revolusi Industri Inggris tidak mengakibatkan REVOLUSI peternakan DOMBA dan PEMINTALAN wol (sudah saya edit setelah diberitahu) .

Yang ada saat itu adalah Pertanian KAPAS dan Permintalan Kapas menjadi KATUN. Katun, bukan wall, bloon. ha ha ha ha … Anda sich bukan DUKUN tapi TUKANG TIPU! ha ha ha ha …

Efron Dwi Poyo: referensi saya jelas ada di buku robert r. boehlke, alfred gregory, dan juga j. henry harris tentang robert raikes. di sana jelas sekali ditulis banyak petani menjadi penganggur karena lahannya menjadi peternakan domba untuk bahan wool (BUKAN WALL) WALL itu TEMBOK.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo kisanak, coba anda tunjukkan KUTIPAN yang isinya: nanti kita lihat sama-sama yuk? ha ha ha ha …

Efron Dwi Poyo: Biar puas. Puas? Puas? hlm 376 robert boehlke. “Kelima, Ilmuwan Inggris lebih cenderung memihak pada usaha memecahkan masalah nyata, sedangkan rekan-rekannya di bagian lain di dunia Eropa lebih tertarik pada tantangan yang berkaitan dengan penelitian abstrak. Alhasil, satu penemuan dalam industri tekstil umpamanya, cenderung merangsang penemuan baru lagi yang semakin menambahkan kedayagunaan mesin tertentu.

Keenam dan yang paling penting bagi pendirian Sekolah Minggu, adalah kebutuhan bahan wal. Dengan meningkatnya kebutuhan itu berarti bahwa pemlik kawanan domba akan semakin menambah lahan padang rumputnya. Akibat sampingannya adalah jumlah petani semakin berkurang. Sebab, lahan untuk bercocot tanam sudah berkurang. Para petani yang terpaksa keluar dari usaha taninya sendiri itu berduyun-duyun ke kota untuk memperoleh kesempatan bekerja di pabrik-pabrik, walaupun gajinya amat minim.

Maka terjadilah ketidakseimbangan antara berlimpah-ruahnya tenaga dengan kurangnya lowongan bekerja yang terjadia. Asas permintaan dan penawaran pun berlaku. Dengan demikian upah buruh semakin rendah sedangkan keuntungan dari pemilik industri semakin bertambah.”

Efron Dwi Poyo: Arief Chrisdiyanto ini memang kontraproduktif untuk berdiskusi. soal istilah koster mbawa2 pribadi dng membandingkan sdh sekolah minggu di gki 73. bicara sekolah minggu dikatakan saya membual. ad hominem. dah saya neruskan nonton bola saja. saya memang goblok makanya sulit berdiskusi dengan anda yg kontraproduktif.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo kisanak, ketahuilah bahwa hai hai bengcu hidup dengan menguliti helai demi helai seperti menguliti bawang bombai. Anda mengaku punya tiga referensi, kok cuman ada satu? Kita catat dulu dech. Judul dan Penulis serta Penerbit buku tersebut. Setelah itu kita akan menguliti buku tersebut, apakah itu buka berkualitas atau buku obal-obal tentang Evolusi Industri Inggris? Namun sebelum itu, anda sudah membuktikan bahwa diri anda nggak CERDAS sama sekali. Copy Paste kok ngaku-ngaku tulisan anda? ha ha ha ha …

Efron Dwi Poyo: Preeet. Ini tulisan popular bukan tulisan text book atau tesis. Dah dulu ya, saya memang gak bisa berdiskusi dgn Anda yg genius.

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo ha ha ha ha …. jangan-jangan tulisan yang anda akui tersebut isinya cuman COPAS sana sini? Itu sebabnya gaya bahasanya pating pecotot? ha ha ha ha …

Arief Chrisdiyanto: Efron Dwi Poyo kenapa anda tidak lanjutkan unjuk pengetahuan anda? Anda sudah bertobat dan mengerti ajaran benar tentang Revolusi Industri? Ha ha ha ha …

Catatan:

Kerabatku sekalian, kalau benar, buku yang dimaksud oleh Efron Dwi Poyo adalah karya, “Robert Boehlke R. 1996. Sejarah Perkembangan Pemikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen: Dari Plato sampai Ignatius Loyola. Jakarta: BPK Gunung Mulya,” maka betapa mengenaskannya sumber pustaka STT di dunia dan di Indonesia serta betapa abal-abalnya kualitas kecerdasan sarjana teologi STT Jakarta.

Kebaratku sekalian, Revolusi Industri Inggris adalah FAKTA sejarah, bukan UMPAMA juga bukan CENDERUNG seperti yang ditulis oleh Robert Roehlke “Alhasil, satu penemuan dalam industri tekstil UMPAMANYA, CENDERUNG merangsang penemuan baru lagi yang semakin menambahkan kedayagunaan mesin tertentu.”

Revolusi Industri menyebabkan munculnya pertambangan dan pabrik-pablik serta perdagangan multi nasional yang dipicu oleh tervolusi transportasi. Karena kekurangan tenaga kerja maka anak-anak pun direkrut untuk menjadi pekerja. Karena orang tuanya sibuk bekerja maka anak-anaknya pun terlantar. Karena menjadi buruh dan punya penghasilan sendiri maka anak-anak itu pun hidup bebas berfoya-foya.

Karena prihatin dengan kehidupan anak-anak tersebut maka Robert Raikes (1735-1811), seorang pengusaha media lalu mendirikan Sekolah Minggu. Pada hari minggu, anak-anak itu diajak belajar membaca dan pengetahuan yang lainnya termasuk di antaranya ajaran alkitab.

Sarjana teologi STT Jakarta goblok tidak tahu sejarah Guru Sekolah Minggu mandah ditipu Robert Raikes bahwa Revolusi Industri menyebabkan petani kehilangan lahan pertaniannya sehingga terpaksa bekerja di pabrik.

Advertisements

30 thoughts on “Teolog Penipuan Revolusi Industri

  1. DI AKHIR ZAMAN ORANG YANG KUAT DALAM MEMEGANG AGAMA AKAN DI UJI DENGAN API ITU (DI UJI SAMA BENGCU)

    Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. (1Korintus 3:13)

  2. Ko bengcu, bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Apakah Anda berpikir tulisan sesat Anda akan mempengaruhi pengikut Kristus sejati?

    Sekali-kali tidak, tapi kami berterima kasih, karena dengan adanya tulisan ini iman kami semakin teguh dalam Kristus.

    Dan setelah membaca komentar saya Anda akan bilang: Banyak bacot, dll terangkan kalau memang salah?? untuk apa?? toh Anda sudah membaca, sudah mendengar, bahkan sudah mengutipnya.

    Maka benarlah yang tertulis dalam Matius 13:14

    “Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap” (Matius 13:14)

    Mereka (dalam Matius 13:14 di atas) salah satunya Anda! Jadi tidak perlu kami menjelaskan kepada orang yang memang tidak bisa menanggapinya, seperti yang dijelaskan Yesus Kristus pada Matius 13:14-23.

    Matius 13:16
    “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar”

    Jadi saudara2ku yang seiman dalam Kristus, berbahagialah kita, karena Roh Kudus telah memberi kuasaNya pada kita untuk mengerti tentang Firman Allah di dalam Yesus.

    Jika Roh Kudus sendiri tidak berkenan kepada Anda, maka percumalah kami menjelaskan panjang lebar, karena sampai mati pun Anda tidak akan menanggap.

    karena tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa jika ia tidak di panggil oleh Bapa

    Yohanes 6:44
    Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

    Tuhan Yesus memberkati.

    • Karena tulisan anda mengganggu. Coba anda baca apa judul tulisannya? Apa isinya? Kisanak, anda pikiran tulisan anda akan membuat orang MASUK Kristen? ha ha ha ha …. Kisanak, ketahuilah bahwa tulisan anda MENYEBALKAN dan dibenci orang orang non Kristen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s