Pendeta dan Pernyataan Pastoral PGI Tentang LGBT


Leny Mansopu

Leny Mansopu

Yang pasti belum ada kekerasan yang terjadi. Surat itu rohnya adalah himbauan untuk tidak melakukan kekerasan terhadap kaum LGBT. Konteks kita di kupang tidak ada kekerasan luar biasa terhadap LGBT yang terjadi.

Perdebatan 02 Juli 2016 di wall Face Book antara dua pendeta Sinode GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor). Sahertian Emmy VS Leny H.F. Mansopu Sekretaris Bidang Infokom dan Dokumen Gereja Sinode GMIT.

Sahertian Emmy: Menarik berdiskusi dengan para “homophobik” ….. ketika kita mendekatkan para kaum LGBT adalah keluarganya, bagian dari orang-orang dekatnya …. makin merasa terancam dan mulai berlindung di balik ayat-ayat Alkitab bagaikan fatwa tak terbantah …. tanpa paham betul masalah ini ….. menghindar untuk menjawab telak bila anaknya adalah salah satu kaum LGBT …. diskusinya malah tekanan pada dosa … perilaku menyimpang … dan harus di berantas ….. tapi bagaimana mengampuni dan memulihkan mereka jawabannya sangat moralis seperti apa yang pernah terjadi dalam persoalan HIV AIDS ….

Saya berhasil memancing kemarahan mereka sehingga ayat-ayat suci dikeluarin kecuali Kidung Agung ndak di sentuh …. Aku nantang mereka untuk baca karena itu kan firman Tuhan …… ndak dijawab malah menghindar… karena ada frasa-frasa dalam bahasa asli yang ibarat mereka satu jenis kelamin …. sayangnya dalam bahasa Indonesia hanya satu arti

Leny Mansopu: Pertama, sudah dari dulu sekali persoalan LGBT dibahas dalam Alkitab. Dan Alkitab yang kita imani ditulis dengan ilham dari Roh Kudus mencatat dengan jelas posisi umat Allah dan gereja saat berhadapan dengan LGBT.

Bijakkah untuk mengatakan bahwa penulis surat Yudas salah (merujuk pada Yudas 1:7) dan kita manusia Kristen zaman sekarang lebih manusiawi dan bermoral? Beta MALU sebagai pendeta karena yang berkoar-koar membela habis-habisan persoalan ini adalah para pdt GMIT.

sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Yudas 1:7

Beta secara pribadi berteman dengan para LGBT dan tanpa membedakan mereka dengan teman yang lain dan tanpa menyakiti serta merendahkan dong. Beta akan menilai dong salah ketika dengan melakukan free sex dan beta akan menegur, sama persis bila dilakukan heterosexual, beta akan tegur dan nyatakan itu salah.

Kedua, kita berharap supaya semua orang menerima perbedaan tersebut (kalau kita mau membenarkan orientasi sexual selain heterosexual) maka kita tidak bisa paksakan semua orang punya pandangan yang seragam. Bukankah manusia berbeda semuanya maka kalo ada menerima dan menolak LGBT maka tidak usah dipaksakan semua sama yakni menerima LGBT. Kalau gerakan mama pdt adalah semua seragam menerima perbedaan maka hargai juga kalo ada yang berbeda dengan mama yakni menolak.

Ketiga, please deh. Nggak perlu menjudge orang lain hanya karena berbeda. Kalau orang-orang itu melakukan tindakan judgment terhadap LGBT maka apa bedanya dengan gerakan ini yang dengan santai menjudge mereka yang menolak?

Keempat, beta belum pernah dengar ada orang di Kupang yang dibunuh atau dianiaya karena dia LGBT. Jadi, please deh jangan terlalu berlebihan perjuangannya! Bukannya beta hanya akan bersuara kalo ada manusia yang dianiaya hanya karena dia berbeda orientasi sexualnya.

Kelima, sama seperti mama (maybe.. just maybe), malu karena di kalangan kita ada yang menggunakan ayat Alkitab untuk menolak LGBT. Beta juga malu sekali dengan pendeta-pendeta yang habis-habisan menggunakan medsos jadi sarana kampanye menerima LGBT, sementara para dokter, psikolog (logikanya dong yang tahu secara fisik dan psikologis lebih dari pdt) bahkan menolak LGBT sebagai yang diciptakan oleh Allah.

Terakhir, Kita berbeda dalam hal ini. Beta tetap menghargai mama berbeda dengan beta dan beta berharap mama juga menghargai karena beta berbeda pandangan dengan mama dalam hal ini. Salam kasih

Razemi Westborneo: Terus terang saya merasa aneh dengan sikap Hamba-hamba Tuhan di bawah PGI yang mendukung LGBT eksis dalam artian mendapat pengakuan dari gereja dan negara padahal jelas-jelas sikap tersebut bertentangan dengan Alkitab dan hukum negara. Apa yang sesungguhnya terjadi dengan pemimpin-pemimpin gereja di bawah PGI??? Itu artinya yang menyebarkan paham kristen liberal ini adalah para penyesat?

Leny Mansopu: Iyaa ini salah satu bagian dari tanda akhir zaman. Alkitab sudah menuliskan nubuatan tentang ini. Roma 1:26-28 jelas menggambarkan penyesatan ini maka siapa yang membenarkan hubungan jenis ini adalah penyesat.

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Roma 1:26
 
Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. Roma 1:27

Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: Roma 1:28

Dosa akan tetap dosa dan tidak akan jadi benar karena dilakukan oleh banyak orang. Dosa massal tidak akan pernah bisa dijadikan benar sekalipun semua manusia melakukannya.

Kedua, tolok ukur kebenaran adalah Alkitab sebagai kitab kebenaran. Tidak bisa kita terima Alkitab berdasarkan kebutuhan kita.

Ketiga, om tau sendiri bahwa Tuhan Allah sendiri tidak bekin dubur untuk jadi alat sexual dan kalau dipakai maka pasti akan melukai tapi kenapa dibenarkan karena banyak yang menyukai?

Keempat, beta curiga kelompok ini berjuang mati-matian untuk membenarkan dosa karena program kerja mereka dibiayai oleh LGBT atau pesan khusus dari pemberi donor untuk kampanye LGBT terselubung.

Sahertian Emmy

Sahertian Emmy

Sahertian Emmy: Dosa ia … butuh pemulihan …. dan kalau jemaatmu ada seperti itu maka jangan berpangku tangan dan hanya pelayanan imamat tapi juga penjangkauan layanan untuk pemulihan …

Karena itu tiap minggu kita semua tanpa kecuali mengaku dosa melalui ibadah ….. karena dosa mereka tidak terlepas dari serangkaian relasi dengan jemaatnya …. mereka berdosa maka kitapun berdosa …. dan kemuliaan Allah perlu dinyatakan melalui “label” dosa yang diberikan kepada mereka ….

Leny Mansopu: Kalo su mengakui itu adalah dosa maka mari kita sama-sama lakukan pemulihan. Itu saja pengakuan yang katong butuh.

Sahertian Emmy: Nah statemen saya pada posisi itu …. ditafsir terlalu jauh …. saya hanya mau menyadarkan anda-anda bahwa LGBTQ adalah anak anak dari jemaat kita … ibu dan bapaknya adalah orang-orang hetero .. sahabat-sahabat kita lalu apa yang perlu dilakukan …. mitu saja …. saya bercakap dengan beberapa orang tua mereka ….. betapa ibunya begitu bersedih dengan diskriminasi yang justru dilakukan oleh sesama jemaat … juga diskriminasi di dunia pendidikan ketika mau kuliah karena penampilannya waria ….. minggu lalu mereka bertemu dengan kami …….

Leny Mansopu: Sudahlah di mana ada penindasan di kota kita terhadap LGBT?? Come on jangan kampanye terlalu lebay deh dan malah menyudutkan orang lain.

Sahertian Emmy: Kayaknya di kupang sudah mulai deh pdt Leny saja yang ndak sensitif …. mereka dimasukan dalam protap negara setaraf dengan bahaya laten komunis ….. protapnya: persuasif dan sweeping …. saya ikut dalam pertemuan beberap minggu lalu …. anak-anak itu menjadi bingung dan kebanyakan adalah umat kita …… persoalannya adalah sikap dan pelayanan kita …. kalau itu dosa maka tentu gereja perlu melayani mereka bukan hanya menyuruh “jangan berbuat dosa lagi” …. tapi Yesus juga “memulihkan” mereka.

Leny Mansopu: Yang pasti belum ada kekerasan yang terjadi. Jangan-jangan isu itu dilempar demi kepentingan pengakuan dan berujung gereja menerima mereka untuk dinikahkan secara gereja. Curigation jugu perlu. Yang pasti belum ada kekerasan yang terjadi.

Sahertian Emmy: Kekerasan fisik tidak tapi diskriminasi di pendidikan dan di ruang ibadah terjadi …. apalagi sudah tahu bahwa anak-anak ini gay dan waria …. ini mapping kami bersama mereka …. juga dengan kelompok minoritas lainnya ….. lebih bahaya bila mereka terpapar HIV …. runyam …. dosennya ndak mau menyentuh skripsinya …. terpaksa dia menunda sampai ada dosen yang bersedia …. mereka ada beberapa orang ….. jadi … ipen Lanny yang katanya sudah piawai dengan isu-isu kemanusiaan saya ajak untuk berjumpa nanti dengan mereka siapa tahu ternyata mereka adalah anak anak jemaatmu ….

Leny Mansopu: Surat itu rohnya adalah himbauan untuk tidak melakukan kekerasan terhadap kaum LGBT. Konteks kita di kupang tidak ada kekerasan luar biasa terhadap LGBT.

Sahertian Emmy: Jadi apa yang perlu dilakukan bila Kaum LGBT itu adalah jemaat kita …. mereka adalah anak-anak dari orang tua yang adalah anggota jemaat kita ….. saya percaya pdt Lenny akan sangat baik menangani bila mereka ada dalam jemaatnya …. dan sekali lagi sebagai orang beriman adik Rezemi bersedia untuk untuk diajak sebagai voluntir Kristus dalam gerakan menyelamatkan mereka agar mereka tidak binasa dalam menjelang akhir zaman ini Amin…

Leny Mansopu: Menerima keadaan mereka, berkata bahwa Allah mengasihi mereka, dan melakukan seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada perempuan yang kedapatan berzinah “pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.” Beta curiga salah satunya adalah donatur dari lembaga-lembaga pemberi dana terhadap banyak program-program kemanusiaan. Curiga saja boleh kan?

Sahertian Emmy: Ini udah jauh sekali curiganya non ….. yang saya maksud adalah bila jemaatmu adalah LGBT apa yang dibuat ….. kalau organisasinya ia, mereka memiliki program penjangkauan untuk membela haknya …. di Jawa kelompok ini mengalami ancaman dan penyerangan dari kelompok radikal.

Dalam penanganan bahaya terorisme yang kemarin di NTT mereka dianggap bahaya laten seperti komunis dll … negara perlu memberantasnya karena menhadi pemicu dekadensi moral ….. ptotapnya: persuasif, sweeping sebagai pelaku kriminal …. kelompok ini termasuk dalam kelompok penyakit sosial ….. kemarin saya ikut pertemuan itu ….. jadi ibu pendeta mohon pelayanan pengampunan Yesus diteruskan ….. kalau mereka ada dalam jemaatmu..

Leny Mansopu: Perjuangan ini adalah kampanye perjuangan mengakui dan menerima apa adanya atau untuk memulihkan? Posisinya ma pdt di mana?

Sahertian Emmy: Dua-duanya sayang ….. kita dalam posisi itu …. yang bukan given kita beri ruang untuk memulihkan traumanya dengan cara yang tidak menghakimi …. by process bagai mana mereka hidup sebagai jemaat kita …. kalau yang hormonal dan juga hermaprodit tentu mereka memiliki hak untuk mengelola seksualitanya agar tidak bersentuhan dengan hukum …. sebagaimana yang terjadi dengan hetero ketika anak-anak itu sulit mengendalikan diri …..

Allah menciptakan perempuan dan laki laki…. tapi orientasi seksualnya mulai dari hetero, homo, biseks dan monoseks ….. ini pergumulan paska Taman Eden …..

Kalau ditanya ada yang minta dinikahkan …. gereja kami tidak menganut pernikahan sejenis ….. dan anda semua selalu memojokan kami seolah membela LGBT kami menyetujui pernikahan sejenis …..

Seperti sikap Yesus yang menjumpai “pendosa” kami lakukan itu …. karena mereka adalah anak-anak dalam jemaat kami …. bagaimana memulihkan mereka itu tergantung dari kondisi mereka …. kami tidak akan menggeneralisir mereka  ….. dan tidak menghakimi ……

Banyak orang memilih tidak menjumpai mereka karena takut dan merasa nanti ketularan atau merasa tidak layak …. ini yang disebut “homophobik”

Moga anda tidak demikian ….. banyak yang mengambil sikap para pharisi lalu menebarkan kebencian yahudi dan mengabaikan sikap Yesus …. kita semua hidup dalam dosa …. dan ada yang mengalami kerentanan hidup …. mereka tidak minta untuk seperti itu karena tak ada keuntungan yang didapat …. bahkan hidup dalam himpitan …..

Dan iblis itu adalah mereka yang berwajah malaikat pandai menggunakan ayat suci untuk menghakimi sesama yang sedang bergumul dengan kemanusiaannya yang rentan ….. orang-orang munafik inilah yang akan di masukan dalam api neraka …. itu yang ada dalam kisah pengadilan akhir Yesus ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s