Alkitab Harus Dipahami Tidak Boleh Ditafsirkan


kaskus

kaskus

Alkitab harus dipahami, tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami bukan ditafsirkan. Memahami artinya mengerti betul. Menafsirkan adalah menangkap maksud perkataan dan kalimat tidak apa adanya saja namun mengutarakan pendapat sendiri.

Menafsirkan Alkitab berarti membuang kesempatan untuk memahaminya dengan benar karena penafsiran anda adalah pendapat anda sendiri, bukan yang ditulis oleh penulis Alkitab.

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Matius 24:36

Anda yakin Yesus adalah Tuhan? Anda juga yakin bahwa Tuhan maha tahu? Karena keyakinan tersebut maka anda pun menghadapi masalah untuk mengerti Matius 24:36 apa adanya saja. Anda pun lalu menafsirkannya.

Apa yang terjadi setelah anda menafsirkannya? Anda membuang kesempatan untuk memahami Matius 24:36 dengan benar. Kenapa demikian? Karena penafsiran anda bukan ajaran Yesus yang dicatat oleh Matius namun pendapat anda sendiri. Apa jadinya bila setiap orang menafsirkan ayat-ayat Alkitab?

Ketika seseorang menyatakan, kayu ini panjangnya 100 cm sementara yang lain bilang 90 cm, mustahil bagi kita untuk membenarkan keduanya. Hanya ada satu cara untuk membuktikan mana yang benar yaitu mengujinya dengan meteran. Sebagai standar kebenaran meteran hanya mempunyai satu makna. Siapa pun yang memakainya maka 100 cm adalah 100 cm dan mustahil bukan 100 cm.

Ketika Yesus mengajar hanya ada satu makna yang diajarkan-Nya. Ketika penulis Alkitab menulis hanya ada satu makna yang ditulisnya. Siapa pun yang membacanya maka maknanya harus sama dengan makna yang tertulis itu. Itu sebabnya dikatakan, “Makna yang ditulis sama dengan makna yang dibaca.”

Apa yang diucapkan oleh Yesus sama maknanya dengan yang ditulis oleh Matius dan persis makna yang dipahami oleh siapa pun yang membacanya. Itulah yang disebut standar kebenaran alias kebenaran.

Alkitab ditulis dengan prinsip: Logis, gamblang, sistematis, akurat, tegas, dan konsisten. Logis artinya tidak bertentangan dengan akal sehat. Gamblang artinya jelas dan mudah dipahami. Sistematis artinya teratur dan berkesinambungan. Akurat artinya sangat teliti dan cermat. Tegas artinya jelas dan terang benar serta tidak ada yang samar-samar. Konsisten artinya tidak saling bertentangan satu dengan yang lainnya.

Apabila menemukan hal yang tidak logis di dalam Alkitab, itu berarti belum memahaminya dengan benar. Apabila tidak gamblang, itu berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak sistematis berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak akurat berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak tegas alias masih samar-sama berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak konsisten itu berarti belum memahaminya dengan benar. Kenapa demikian? Karena Alkitab ditulis dengan prinsip: Logis, gamblang, sistematis, akurat, tegas, dan konsisten.

Yang memegang prinsip kebenaran Alkitab demikian tidak akan menafsirkannya meskipun tidak memahaminya apalagi menganggapnya salah. Anda tidak memahami yang dibaca? Masalahnya ada pada pembacanya bukan pada penulisnya apalagi yang tertulis. Masalahnya adalah kemampuan untuk memahami yang tertulis bukan ketidakmampuan penulis Alkitab untuk menulis dengan benar.

Yesus Memahami Hukum Taurat

Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, Matius 12:3
 
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Matius 12:4

Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Matius 12:5

Ketika Dia membiarkan murid-murid-Nya melanggar Sabat, Yesus sama sekali tidak menyangkal-Nya apalagi menafsirkan hukum Sabat untuk membenarkan tindakan-Nya. Yesus mengerti betul hukum sabat namun sengaja melanggar-Nya. Tanya kenapa?

Karena Alkitab mencatat bahwa Daud dan bala tentaranya melakukan hal yang lebih parah bahkan para imam justru melanggar Sabat di Bait Allah. Kenapa Yesus membiarkan murid-murid-Nya melanggar Sabat? Karena hukum tidak boleh diskriminasi.

Paulus Menafsirkan Perjanjian Lama

Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. 1 Timotius 2:11
 
Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.  1 Timotius 2:12

Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 1 Timotius 2:13
 
Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. 1 Timotius 2:14

Paulus memang melarang perempuan mengajar dan memimpin namun baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mencatat kisah-kisah perempuan menjadi pemimpin dan kepemimpinan mereka patut dibanggakan.

Syarat menjadi pengajar harus memiliki pengetahuan yang akan diajarkan dan kemampuan untuk mengajar. Syarat menjadi pemimpin harus mempunyai kemampuan memimpin. Seseorang menjadi pengajar karena dia mampu mengajar dan ada yang mau diajari. Seseorang menjadi pemimpin karena dia mampu memimpin dan ada yang rela dipimpin olehnya.

Mengajar dan memimpin tidak ada hubungannya dengan Adam diciptakan duluan dan Hawa makan buah pengetahuan duluan. Hukum tidak boleh diskriminasi. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tindakan anti emansipasi Paulus demikian benar-benar ngaco-belo. Ajaran ngaco-belo tidak layak diteladani.

Telor Paskah disembunyikan untuk ditemukan. Itu sebabnya yang pinter melewatinya sementara yang malas tidak mencapainya. Yang rajin mencari tanpa prasangkalah yang menemukan telor paskah paling banyak.

Tentang Alkitab, yang malas tidak mencapainya karena tidak membacanya sedangkan yang pinter kelewatan karena menafsirkannya. Yang gemar membaca Alkitab apa adanya saja tanpa prasangkalah yang akhirnya memahaminya.

Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab disebut membual. Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya menyesatkan. Meyakini yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya tertipu. Meyakini yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya tersesat.

Advertisements

10 thoughts on “Alkitab Harus Dipahami Tidak Boleh Ditafsirkan

  1. Bagus dan mantap… hidup lebih mudah jika Alkitab dipahami dan bukan ditafsir…. Saya baru ngeh beberapa tahun silam.. hidup saya sudah hancur akibat makan tafsiran alkitab para pengkhotbah dung dung pret… Sekarang sedang berbenah lagi… sudah lebih dari 8 tahun belajar bersama bobengcu.. terima kasih…

  2. Di toko buku banyak buku tafsiran (sekali lagi TAFSIRAN) kitab-kitab dari Alkitab yang ditulis oleh para teolog, dan tidak dapat dibantah kalau buku-buku ini banyak dibaca dan jadi pegangan para pengkhotbah. Bagaimana menurut Bengcu ? Jangan bikin bingung ah …. , seharusnya Bengcu membedakan antara pembaca awam dengan para teolog yg memang mempunyai kualifikasi untuk itu.

    • Anda boleh baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Tidak ada SATU pun ayat yang mencatat pemisahan ORANG dan SARJANA TEOLOG. Bukankah seharusnya anda SUDAH membaca blog di atas? Masak anda belum PAHAM juga perbedaan antara MENAFSIRKAN dan MEMAHAMI Alkitab? Datangi sarjana teologi kemudian TANYAKAN kepadanya apa KEHEBATAN ilmu TAFSIR dia dibandingkan dengan anda membaca Alkitab. Coba anda KUTIP sebuah ayat kemudian, tunjukan kehebatan sarjana teologi itu dibandingkan bila anda membaca ayat-ayat itu sendiri.

    • kualifikasi yang bagaimana om,,, s1, s2, s3? apakah dijamin s1 ekonomi pintar kerja cari duit?apakah yakin s3 ekonomi bisa bekerja di lapangan? tidak om banyak yang hanya jadi dosen karena tidak bisa berwiraswasta…. para lulusan dosen juga membuat buku ada yang baik ada yang jelek isinya… ada yang best seller ada yang tidak laku di pasar…
      sama seperti contoh di atas… teolog juga seperti itu… teolog hanya gelar dan tidak bisa digeneralisir di angka absolut mutlak… buku theologia ada yang jelek, ada yang baik, ada yang bertentangan dengan paham kepercayaan anda…. kalau anda tahu buku yang ditulis karen armstrong berjudul “sejarah Tuhan” anda akan kaget bahwa isinya mungkin tidak sesuai dengan yang anda pahami ……
      jelaskan kualifikasi yang dimaksud… apakah teolog secara general? teolog pada umumnya? atau teolog yang anda sukai saja?

  3. bro.. tanda tanda kiamat itu kalau dilihat2 juga sudah muncul bahkan sebelum Yesus lahir deh….
    bahkan jaman genghis kahn tanda tanda itu sudah diperlihatkan… jadi kalau anda merasa tanda kiamat itu valid kira kira kiamatnya kapan?
    kalau saya hitung berdasarkan tanda tanda itu ada ribuan tahun sampai sekarang dan belum kejadian hahahaha dari bc sampai ad

  4. “Mengajar dan memimpin tidak ada
    hubungannya dengan Adam diciptakan duluan
    dan Hawa makan buah pengetahuan duluan.
    Hukum tidak boleh diskriminasi. Mohon maaf,
    tanpa mengurangi rasa hormat, tindakan anti
    emansipasi Paulus demikian benar-benar ngaco- belo. Ajaran ngaco-belo tidak layak diteladani”

    Bang Bengcu, jadi apakah rasul Paulus itu benar2 layak diikuti dan dianut pengajarannya? Lebih dari separuh isi PB adalah surat2 Paulus, karena kengacoannya itu maka tidak terjamin keredibilitas ajaran2nya yg lain. Atau sesungguhnya rasul Paulus tak sedang bicara tentang emansipasi?

    • Apa yang DIAJARKAN oleh Paulus TERTULIS di kitab Para Rasul dan surat-surat Paulus. Sebaiknnya anda BACA dulu dengan TELITI semua kitab-kitab TERSEBUT dengan TELITI dan HATI-HATI. Setelah MEMBACANYA sampai MENGERTI baru komentar lagi kisanak. Ha ha ha ha ah … BELIM BACA kok SOK TAHU menanggapi? ha ha ha ha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s