Kenapa Berzinah Itu Dosa?


berzinahMerry Carolina: kenapa sih Alkitab menulis zinah itu (ber)dosa?? Jika pria dan wanita memilih hidup bersama tanpa surat kawin negara karena prosedurnya yang terlalu ruwet dan ribet, apakah itu termasuk (ber)zinah??

Hai hai: Alkitab, Kejadian 6 mencatat bahwa dulu lelaki kawin seenak jidatnya.

Merry Carolina: Nah… itu termasuk jinah apa bukan??

Hai hai: Ketika manusia bertambah jumlahnya dan masalahnya pun semakin banyak maka munculah kesadaran orang-orang bijaksana untuk mengatur agar kekacauan bisa dikendalikan.

Hukum yang pertama diatur adalah melindungi perempuan dan anak-anak. Selanjutnya diatur juga agar hak kepemilikan pasangan juga diatur. Itulah yang disebut PERNIKAHAN.

Pada jaman Musa masalah semakin rumit dan harus ada HUKUM agar tidak terjadi kekacauan dan pertumpahan darah.

Pada saat itu masih berlaku hukum siapa yang kuat dialah yang menang. Sedangkan perempuan dianggap sebagai hak milik suaminya.

YHWH lalu menjadikan diri-Nya HAKIM dan membuat HUKUM untuk dijalankan oleh orang-orang Israel. Hukum dan penghakiman YHWH lalu didelegasikan kepada Musa yang selanjutnya mendelegasikannya  kepada orang-orang Israel yang diakui kepemimpinannya. Itulah permulaan lahirnya Management dan Struktur organisasi di Israel.

Jangan berzinah adalah perintah YHWH. Tujunnya adalah untuk menghindarkan kekacauan karena SEX. Itu namanya aturan ngesex.

Bagaimana cara laki-laki yang tidak mau ngesex lagi dengan istrinya? PERCERAIAN adalah cara yang diajarkan oleh YHWH.

Yesus menyatakan bahwa Musa-lah, bukan Allah yang membuat aturan perceraian. Mohon maf, tanpa mengurangi rasa hormat, Yesus membual karena tidak ada satu ayat perjanjian lama pun yang mencatat kisah Musa membuat hukum perceraian. Alkitab mencatat bahwa YHWH-lah yang membuat hukum perceraian. Imamat pasal 21dan pasal 22.

Yesus membual (Matius 19:8) bahwa Musalah yang mengizinkan untuk menceraikan isterimu. Dan gereja alias para pendeta alias para sarjana teologilah yang lalu menghallalkan segala cara untuk mengamini bualan Yesus tersebut.

22 thoughts on “Kenapa Berzinah Itu Dosa?

  1. Tuduhan Bengcu :
    Yesus menyatakan bahwa Musa-lah, bukan Allah yang membuat aturan perceraian. Mohon maf, tanpa mengurangi rasa
    hormat, Yesus membual karena tidak ada satu ayat perjanjian lama pun yang mencatat kisah Musa membuat hukum
    perceraian. Alkitab mencatat bahwa YHWH-lah yang membuat hukum perceraian. Imamat pasal 21dan pasal 22.

    Ayatnya sbb :
    Imamat 21
    7. Janganlah mereka mengambil seorang perempuan sundal atau perempuan yang sudah dirusak kesuciannya atau seorang
    perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, karena imam itu kudus bagi Allahnya.
    Imamat 22
    13. Tetapi apabila perempuan itu menjadi janda atau diceraikan, dan ia tidak mempunyai anak, dan telah kembali ke
    rumah ayahnya seperti waktu ia masih gadis, maka ia boleh makan dari makanan ayahnya; tetapi setiap orang awam
    janganlah memakannya.

    Perkataan Yesus yang menurut Bengcu membual :
    Matius 19:8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi
    sejak semula tidaklah demikian.

    Mari kita simak fakta Alkitab :
    Dalam kitab Imamat diatas, adakah peraturan perceraian ? silahkan dibaca kembali baik-baik dan perlahan-lahan.

    TIDAK ADA PERATURAN UNTUK CERAI saudara-saudara !

    Ayat diatas HANYA mengatur TIDAK BOLEH MENGAMBIL PEREMPUAN YANG SUDAH DICERAI dan MENGATUR PEREMPUAN YANG SUDAH DICERAI DAN TELAH KEMBALI KE RUMAH AYAHNYA.

    Artinya aturan bercerai sudah ada sebelum turunnya kitab IMAMAT. Kapan aturan bercerai dibuat dan siapa yang membuatnya
    aturan bercerai itu, ALKITAB TIDAK MENCATATNYA.
    Yesuspun tidak memberitahukan kepada kita siapa yang membuat aturan bercerai. Namun YESUS tahu siapa yang mengijinkan
    perceraian, yaitu MUSA. Padahal sejak semula tidaklah demikian.

    Apakah Musa selalu menjalankan peraturan dari TUHAN ? pernahkah MUSA berinisiatif sendiri ? jawabannya PERNAH
    saudara-saudara !

    IMAMAT 10
    19. Lalu berkatalah Harun kepada Musa: “Memang benar, pada hari ini mereka telah mempersembahkan korban penghapus
    dosa dan korban bakaran mereka ke hadapan TUHAN, tetapi hal-hal seperti tadilah yang kualami. Jikalau pada hari ini
    aku memakan juga korban penghapus dosa, mungkinkah hal itu disetujui oleh TUHAN?”
    20. Ketika Musa mendengar itu, ia menyetujuinya.

    Ayat diatas memberitahu kita bahwa Musa dapat mengeluarkan aturan sendiri yang dipandang baik olehnya tanpa
    menunggu perkataan dari mulut YHWH.
    Dengan dasar sifat Musa yang demikian, maka tidaklah heran apabila Musa bisa saja mengijinkan perceraian seperti
    yang dikatakan Yesus dikarenakan permintaan yang terus-menerus (TEGUH) dari umatnya.
    Saudaraku, tuduhan Bengcu terhadap Yesus sangat tidak terpuji dan bahkan keji. Motifnya jelas, yaitu PENYESATAN akibat berlagak pintar.

    Yohanes 20:29
    Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak
    melihat, namun percaya.”

    Itulah iman, percaya walau tidak melihat..Percaya kepada Yesus karena DIA adalah ANAK ALLAH.

    Bukan malahan memfitnah YESUS MEMBUAL. Berlagak pintar, namun pendek akal.
    Berlagak mengajar, namun bikin bebal, itu namanya ajaran abal-abal Beng. PRET

    • imamat memang tidak mengatakan bahwa itu aturan perceraian dibuat YHWH karena hanya dikatakan jangan mengambil orang yang telah diceraikan… lalu kriteria perceraian itu apa dan siapa yang buat?
      dikatakan pada ayat imamat 21:13 Ia harus mengambil seorang perempuan yang masih perawan.
      21:14 Seorang janda atau perempuan yang telah diceraikan atau yang dirusak kesuciannya atau perempuan sundal, janganlah diambil, melainkan harus seorang perawan dari antara orang-orang sebangsanya… dikatakan disana telah diceraikan( berarti perceraian sudah terjadi)… siapa yang mengijinkan perceraian? bukankah kalau mengatakan MUSA yang buat tanpa ada ayat pendukung adalah fitnah dan asumsi belaka?

      • Kamu perlu ayat pendukung ? Bukankah sudah jelas ayat pendukung itu ada tertulis di depan matamu ? Hatimu yang kelu dan degil lah yang telah membuat matamu tertutup sehingga sesuatu yang nampak jelas tetapi bagimu menjadi buram.

        Mari kita lakukan PEMBUKTIAN TERBALIK. Pada ayat Imamat diatas, fakta apa yang ada tertulis ? kalau kamu menyimak maka faktanya adalah : TELAH TERJADI PERCERAIAN dan TIDAK ADA PERATURAN UNTUK BERCERAI

        Sampai disini jelas ? lanjut. Kalau begitu mana ayat yang mengatakan MUSA MELARANG PERCERAIAN ? TIDAK ADA
        Kalau tidak ada ayat yang mengatakan MUSA MELARANG PERCERAIAN, apakah berarti kitab IMAMAT hanya fitnah dan asumsi ? #mikir

        Kalau tidak ada ayat yang mengatakan MUSA MELARANG PERCERAIAN, boleh tidak saya mengatakan bahwa MUSA MENGIJINKAN PERCERAIAN ? #mikir

        Karena faktanya adalah telah ada perceraian. Faktanya adalah TIDAK ADA AYAT MUSA MELARANG PERCERAIAN. Faktanya malah diatur tentang bagaimana aturan setelah perceraian, ini membuktikan bahwa ada pembolehan bercerai, ada perijinan bercerai. Kalau MUSA MENENTANG perceraian akan ada ayatnya yang menjelaskan bukan ?. Mengerti sampai disini bro ? ini hanya permainan LOGIC SAJA.

        Yesus itu ANAK ALLAH loh, beliau punya kapasitas otak yang tidak terbatas. Beliau punya sumber yang kredibel dari BAPAnya. Jadi bila kamu meragukan perkataanNYA, ya silahkan loh kalau mau cari JURU SELAMAT yang lain.

        Bengcu memfitnah dan melecehkan Yesus, bagi Yesus itu tidak apa-apa bro. Beliau dari kecil saja sudah mau dibunuh kok, sudah besar beliau juga dikejar dan difitnah dan disalibkan. Apa kemudian beliau dendam ? TIDAK. Beliau memaafkan bro. Demikianpun saya yakin Yesus telah memaafkan Bengcu. Namun memaafkan bukan berarti melupakan kan ? haha. Harus diingatkan dan diluruskan fitnah dan pelecehan yang dilakukan Bengcu. Salam Kampret.Pret

        • Musa memang tidak melarang perceraian… bahkan YWH mengatakan sendiri jika terjadi perceraian ( dalam imamat: yang berkata adalah YHWH bukan?)… pertanyaannya benarkah MUSA yang menciptakan kriteria perceraian? lalu kriteria boleh bercerai jika bagaimana? bisakah nabi nabi terdahulu Musa yang menciptakan kriteria tersebut? tidak ada yang tahu jawabannya sehingga lebih baik katakan saja tidak tahu daripada membual berandai-andai…..
          maka dari itu lebih baik cara berlogika anda diperbaiki…

          “jiKalau tidak ada ayat yang mengatakan MUSA MELARANG PERCERAIAN, boleh tidak saya mengatakan bahwa MUSA MENGIJINKAN PERCERAIAN ? ” ya tidak boleh !!! jawaban yang tepat adalah MUSA tidak melarang namun tidak juga mengijinkan alias abstain… bukan karena tidak melarang lalu berarti mengijinkan atau sebaliknya.. atau lebih tepatnya tidak ada yang tahu sebenarnya musa mengijinkan atau melarang… jadi jangan diasumsikan melarang atau mengijinkan…

          lebih lanjut yang dipertanyakan di sini adalah bukan apakah MUSA melarang atau mengijinkan perceraian.. pertanyaan yang benar adalah siapakah yang menciptakan hukum atau aturan perceraian? apakah YHWH apakah MUSA ataukah tidak ada yang tahu sebenarnya hukum perceraian itu siapa penciptanya dan apa kriterianya……

          “Karena faktanya adalah telah ada perceraian. Faktanya adalah TIDAK ADA AYAT MUSA MELARANG PERCERAIAN. Faktanya malah diatur tentang bagaimana aturan setelah perceraian, ini membuktikan bahwa ada pembolehan bercerai, ada perijinan bercerai.” baik memang ada fakta perceraian….. kriterianya apa baru boleh dicerai? perceraian dibolehkan jika laki laki atau perempuan berbuat apa? lantas siapa pencipta aturan itu apakah MUSA?

          saya tidak mengerti apakah YESUS salah, apakah ada ayat yang dihapuskan di alkitab sehingga cerita tidak sinkron atau bagaimana… tapi coba cek ayat yang menceritakan tentang hal perkawinan tapi menurut LUKAS, MATIUS dan MARKUS… anda akan melihat perbedaan skenario dari percakapan Yesus… sehingga berdasarkan hal tersebut saya tidak bisa mengatakan apakah anda yang benar atau bengcu yang benar? bisa benar dua duanya bisa salah dua duanya…

    • Kisanak, karena anda sendiri bilang, “TIDAK ADA PERATURAN UNTUK CERAI saudara-saudara!” untuk apa lagi saya bicara? ha ha ha ha … garuk aspal aja dech lu. ha ha ha ha …

      • Loh yang minta kamu bicara siapa beng ? orang GOBLOK kayak kamu DIAM jangan mbacotan, yang PINTAR bolehlah MENGAJAR. Jangan terbalik Bengcuk. hahaha

  2. Saya nggak ada waktu untuk mendiskusikan ini panjang lebar. Jadi silakan kalau mau memberikan komentar di sini tapi tidak akan saya tanggapi lebih lanjut. Meski isi kitab Imamat pasal 21 dan kitab Ulangan pasal 24 sama-sama membahas perceraian, ada bbrp hal yang harus dicermati :
    1. Kitab Imamat pasal 21 diawali dengan : ‘And the Lord said to Moses: Speak to the kohanim, the sons of Aaron, and say to them …’ dan seterusnya. Silahkan dicek di Torah Online link berikut http://www.chabad.org/library/bible_cdo/aid/9922.
    2. Kitab Ulangan pasal 24 langsung diawali dengan : ‘When a man takes a wife and is intimate with her, …’ dan seterusnya. Ini saya kasih linknya juga http://www.chabad.org/library/bible_cdo/aid/9988/jewish/Chapter-24.htm. Tidak ada kalimat ‘And the Lord said to Moses: ‘
    3. Secara jelas, isi kitab Imamat ditujukan ke khusus PARA IMAM (KOHANIM, bentuk jamak dari KOHEN/IMAM). Sedangkan kitab Ulangan ditujukan kepada seluruh bangsa Israel.

    Dengan demikian, sudah jelas bahwa Kitab Imamat 21 difirmankan sendiri oleh ALLAH, diucapkan oleh MUSA, dan ditujukan kepada para IMAM untuk menjaga kesucian para IMAM dihadapan ALLAH.
    Imamat 21:6-7 :
    “Mereka itu harus kudus bagi Allahnya dan janganlah mereka melanggar kekudusan nama Allahnya, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN, santapan Allah mereka, dan karena itu haruslah mereka kudus.
    Janganlah mereka mengambil seorang perempuan sundal atau perempuan yang sudah dirusak kesuciannya atau seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, karena IMAM itu kudus bagi Allahnya”.

    Sedangkan Kitab Ulangan 24 tidak disebutkan difirmankan oleh ALLAH sendiri, diucapkan oleh MUSA, dan ditujukan bagi seluruh bangsa Israel.

    Bagaimana dengan isi Matius 19:8? Kita lihat dulu apa yang tertulis pada ayat 7. “Kata mereka kepada-Nya: Jika demikian, apakah sebabnya MUSA MEMERINTAHKAN untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”. Jelas bukan ALLAH yang memerintahkan untuk memberikan surat cerai. Ini adalah pertanyaan dari orang Farisi kepada Yesus. Dan Yesus menjawab sekaligus melakukan koreksi terhadap cara pikir orang Yahudi seperti yang tertulis di ayat 8 : “Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu MUSA MENGIZINKAN kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian”.

    Jadi, jelas dalam hal ini Yesus tidak membual seperti yang disebutkan oleh Bengcu. Kalau masih dibilang Yesus membual dan menurut Bengcu cerai diperbolehkan, ya silakan saja. Padahal itulah perbedaan mendasar antara agama Yahudi dan Kristen terkait perceraian. Kalau tidak ada bedanya, ya buat apa Yesus hadir di dunia ini?

    • YHWH (TuHAN) dan ELOHIYM (Allah) adalah DUA oknum yang berbeda. YHWH sering sekali menipu bangsa Israel dengan MENYARU sebagai ELOHIYM.

      Nampaknya Yesus sendiri TIDAK tahu kebenaran tersebut, apa lagi para sarjana teologi dan orang-orang Kristen?

      Kalau anda membaca kisah NUH maka anda akan melihat KEDUA-Nya. Elohiym bilang, dia akan BAWA masing-masing sepasang binatang ke Bahtera sedangkan YHWH menyuruh Nuh untuk membawa binatang halal 7 pasang dan 1 pasang yang haram. Selanjutnya kita bisa melihat bahwa yang BERKUASA adalah ELOHYIM bukan YHWH.

      Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN (YHWH), Allahmu (Elohyim); dialah yang harus kamu dengarkan. Ulangan 18:15

      Didik Sukarno Hadi bilang, Ulangan 24 tentang perceraian bukan UCAPAN langsung dari YHWH itu sebabnya Yesus benar waktu bilang itu bukan perintah YHWH namun ajaran Musa doang. Itu berarti ulangan 18:15 di atas juga UCAPAN langsung YHWH namun AJARAN Musa doang lho?

      Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

      apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN (YHWH) dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” Ulangan 18:20

      Itu berarti kedua ayat kitab Ulangan di atas juga BUKAN ucapan YHWH karena TIDAK diucapkannya secara LANGSUNG kepada Musa dan Harun dan bangsa Israel? Itu ucapan alias AJARAN Musa doang. Itu sebabnya nggak boleh DITAATI karena itu omongan Musa.

      Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.” Matius 19:8

      Karena Allah (Elohiyim) tidak pernah mengucapkan Matius 19:8 secara LANGSUNG kepada orang-orang Yahudi, bukankah itu berarti Yesus MEMBUAL?

      Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:24

      Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Matius 19:6

      Coba anda bandingkan Kejadian 2:24 dan Matius 19:6 di atas dengan teliti dan hati-hati. Bukankah itu membuktikan bahwa Yesus MEMBUAL karena YHWH Elohiym (TUHAN Allah) tidak pernah mengucapkan apa yang diucapkan oleh Yesus?

      Terima kasih lho Didik Sukarno Hadi karena anda sudah mbersusah payah untuk mengajarkan bahwa Yesus memang MEMBUAL. Ha ha ha ha ha …..

      • Ayat yang dimaksud Bengcu
        Matius 19:4-6
        4. Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
        5. Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
        6. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

        Kej 2:24
        24. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

        Mari kita simak fakta kitab Matius ini :
        Ayat 4, Yesus memberitahukan pada orang FARISI mengenai kitab (kejadian)

        Ayat 5, Yesus mengutip isi kitab tsb di depan orang FARISI. Sama persis isinya dengan kitab kejadian 2:24 (silahkan diperiksa)

        Ayat 6 adalah Yesus yang berkata sendiri Beng, beliau sedang memberikan tambahan penjelasan kepada orang FARISI apa MAKNA dari kitab kejadian 2:24 agar orang-orang FARISI itu mengerti. Jadi ayat 6 ini bukan isi dari kitab (kejadian) 2:24.
        Pantas saja Bengcu mengira Yesus membual, karena Bengcu mengira Yesus salah kutip ayat dengan mengatakan ayat yang tidak ada di kitab kejadian. Kan GOBLOK BANGET ha ha ha.

        Bengcu ini suka memotong ayat, diapun tidak tahu mana yang POKOK dan mana yang PENJELASAN. Pantas saja tulisannya SALAH. Masuknya ngaco, keluarnya belo. Hasilnya NGACO BELO. PRET.

    • menanggapi jika memang MUSA mengijinkan memberikan surat cerai.. lantas apa kriteria surat cerai diberikan dan apakah aturan itu yang buat MUSA atau orang lain itu yang harus dijawab

  3. Yang menciptakan perceraian adalah manusia. Dimulai dari Adam. Yakni ketika dia menyalahkan Hawa, alias mo bener sendiri alias memisahkan diri alias menceraikan Hawa dari dirinya.

    Perceraian atau perpisahan itu terjadi pada manusia dan dilakukan manusia ketika manusia itu menceraikan dirinya dari Allah.

    Demikianlah hakekat perceraian tsb. Bukan semata selembar surat cerai atau pisah rumah. Tapi sudah dimulai dari level yg lebih hakekat.

    Perihal zinah, Yesus katakan bahkan dari melihat dan menginginkan perempuan itu sudah zinah, artinya di level yg lebih hakekat, yg lebih esensial. Zinah fisikal atau bahasa zinah fisikal digunakan utk menggambarkan zinah spiritual yg dilakukan manusia. Hosea menikahi pelacur digunakan utk menggambarkan zinah spiritual yg dilakukan bangsa Israel.

    Zinah adalah perceraian, adalah perpisahan dan perpisahan ini sudah terjadi bahkan di level pikiran, di level hakekat.

    Menghadapi keadaan manusia yg memang bisa punya kecenderungan mau enaknya sendiri, mau benarnya sendiri, kemudian Musa mengijinkan perceraian dan mesti dilengkapi dengan surat cerai.

    Yesus bicara pada level hakekat, level esensial, yakni di kondisi awal, yakni satunya laki-laki dan perempuan, bahkan di satunya manusia dengan Allah. Sebelum manuasia tercipta dan “terpisah” dari Allah, manusia khan ada di Allah, “bagian” dari Allah. Dan manusia ini toh bisa lagi kembali satu dengan Allah, lihat Yoh 14:23

    • Yesus menggunakan relasi pengantin wanita (dan pria) dalam menggambarkan hubungan manusia yg mengasihi Dia dan diriNya. Relasi pernikahan, relasi persatuan. Nah perceraian atau perzinahan manusia dari Allah (atau dari Yesus) adalah ketika si manusia itu memilih utk mengejar2 kenikmatan egoisnya, kenikmatan2 dunia, ketika hidup dalam kedagingan.

      Penggambaran yg digunakan utk memisahkan dirinya manusia dari hadirat Allah adalah pada keluarnya si anak yg hilang dari rumah bapaknya.

  4. simple sih, apa iya Musa tidak mengajari demikian ?
    apa iya Musa tidak mengizinkan demikian ?
    apa iya Musa tidak mengamini cara demikian ?
    gak perduli itu hukum asalnya dari siapa, kalau YHWH bilang begitu dan musa Amin, berarti baik YHWH dan Musa emang ngajarin gitu.
    kalau jawab nya TIDAK, berarti Bengcu bener.
    kalau sebaliknya, berarti Bengcu salah.
    kalau Bengcu gak tahu jawabnya, berarti dia asal bacot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s