Bima Arya Penakut dan Pengecut atau Tidak Beritikad Baik?


Islamedia

Islamedia

Tidak adanya penegakkan HUKUM dan HAM serta TOLERANSI beragama di Indonesia bukan akibat pemerintah LEMAH namun karena para penguasa mengupah preman  untuk memecah-belah rakyat guna merampok NKRI.

Keputusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan bahwa Gereja Yasmin sah bahkan berkekuatan hukum tetap. Ombudsman RI memutuskan bahwa tindakan Walikota Bogor Diani Budiarto menyegel Gereja Yasmin maladministrasi karena melawan hukum dan melanggar hukum serta mengabaikan kewajiban hukum.

Namun kenapa Walikota Bogor Diani Budiarto menyegel Gereja Yasmin yang sah dan berkekuatan hukum tetap? Kenapa Walikota Diani Budiarto menyebut mereka masyarakat yang berhak menolak GKI Yasmin padahal mereka hanya preman-preman yang berlagak orang islam dan berjubah LSM serta menyamar sebagai masyarakat setempat?

Kenapa Walikota Bogor Bima Arya kong kalikong dengan Majelas Jemaat GKI Pengadilan mengkriminalisasi anggota jemaat GKI Yasmin dengan menyebar kebohongan publik bahwa mereka bukan pemilik gereja Yasmin padahal jauh sebelum Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, AD ART GKI sudah mencantumkan bahwa SATU jemaat GKI hanya punya SATU gedung gereja itu sebabnya gereja Yasmin sudah pasti milik Jemaat GKI Yasmin dan tidak mungkin milik Jemaat GKI Pengadilan?

Kenapa Walikota Bogor Diani Budiarto dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bahkan Presiden SBY bertindak maladministrasi dengan melawan hukum dan melanggar hukum serta mengabaikan kewajiban hukum?

Mereka takut? Tidak. Mereka pengecut? Tidak. Faktanya adalah, mereka memang tidak beritikad baik dalam penegakan Hukum dan HAM serta TOLERANSI beragama di Indonesia. Kenapa demikian? Karena itulah cara para penguasa mengupah para preman  untuk memecah-belah rakyat guna merampok NKRI.

Mungkinkah bukan para penguasa itu yang mengupah para preman namun para preman itulah yang mengupah para penguasa untuk memecah-belah rakyat guna merampok NKRI? Tidak mungkin. Kenapa demikian? Karena para penguasa adalah preman RESMI yang berkuasa dan berdaulat.

Kenapa alih-alih mengayomi anggota Jemaat GKI Yasmin yang sedang beribadah di gereja mereka yang sah, Satpol PP dan TNI serta POLISI justru dikerahkan bekerja sama dengan preman-preman itu untuk MEMAKSA anggota-anggota GKI Yasmin tidak boleh beribadah di gerejanya yang berkekuatan hukum tetap? Karena mereka hanya orang-orang upahan yang dibayar untuk menakut-nakuti dan memancing ANARKI.

BERTERIAKLAH! Jangan diam! Jangan membisu saat mengalami ketidakadilan! Jangan diam saat melihat Ketidakadilan! Berteriaklah sekeras-kerasnya! Berteriaklah dalam diam bila dibungkam! Berteriaklah agar dunia tahu! Itulah cara minta TOLONG. Itulah cara menolong. Itulah cara kita memberitahu orang-orang baik tentang ketidakadilan! Itulah langkah pertama untuk menegakkan keadilan. Itulah cara mudah untuk ikut memperbarui dunia.” itulah yang saya pelajari dari almarhum Munir Said Thalib.

Mari kita berteriak, “Tolonglah GKI Yasmin karena gerejanya yang sah dan berkekuatan hukum tetap disegel oleh Walikota Bogor Bima Arya!

Berteriaklah kepada Walikota Bogor Bima Arya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan  Wiranto dan Presiden Indonesia Jokowi, “Kalian Penakut dan Pengecut Atau Memang Tidak Beritikad Baik kepada NKRI?

Berteriaklah dan share ke medsos anda!

#TolongGKIYasmin #STOPmerampokNKRI #TegakkanHAM #TegakkanHukum #TegakkanTeleransiAgama #JagaNKRI #BhinekaTunggalIka

Advertisements

11 thoughts on “Bima Arya Penakut dan Pengecut atau Tidak Beritikad Baik?

  1. Saya menangkap 4 poin teriakan hai hai, yakni:

    1. Para penguasa / penegak hukum tidak beritikad baik dalam penegakan Hukum dan HAM serta TOLERANSI beragama di Indonesia.

    2. Itu adalah cara para penguasa mengupah para preman untuk memecah-belah rakyat guna merampok NKRI.

    3. Para penguasa adalah preman RESMI yang berkuasa dan berdaulat.

    4. Langka pertama untuk menegakkan keadilan adalah berteriak minta tolong untuk memberitahu orang-orang baik tentang ketidakadilan!

    Kayaknya, Anda sangat independen mengungkapkan 4 poin di atas.

    Btw, terkait kasus GKI Yasmin itu, apakah gak ada cara lain yang lebih efektif, selain berteriak dan demo di depan istana? Kenapa gak digugat ke pengadilan aja pak, buat sidangnya terbuka kayak Ahok kemarin?

    • Gugatan ke pengadilan sudah TAMAT di MA. Setelah keputusan MA yang berkekuatan hukum tetap tIDAK ada lagi JENJANG lagi yang lebih tinggi dari Keputusan MA.

      Saya independen karena tidak punya kepentingan lain selain menyata fakta-fakta di Indonesia yang sudah berjalan sejak Kemerdekaan Indonesia.

  2. Ajakan Beng cu :

    Mari kita berteriak, “Tolonglah GKI Yasmin karena gerejanya yang sah dan berkekuatan hukum tetap disegel oleh Walikota Bogor Bima Arya!”

    Ngapain….???? mau cari nama menolong jemaat TUHAN…???, sedangkan Kepala Gereja-nya yaitu YESUS KRISTUS saja dibilang Berhala oleh Ang Ci Yang…!!!

    Beng cu Sang Ular Beludak ini sedang menelanjangi dirinya sendiri untuk mencari nama….!!!

    • Putra ufuk, gegara Anda dendam dengan Bengcu, maka Anda butakan mata dan bekukan hati Anda tidak mau melihat ketidakadilan yang sedang dialami umat kristen di Bogor. Seburuk-buruknya Bengcu, dia berani berteriak dan berkoar meminta keadilan untuk umat kristen yang sedang ditindas penguasa. Sedangkan Anda, apa yang sudah Anda lakukan untuk membantu mereka ?. Bengcu yang menurut Anda si ular beludak ini sudah berbuat sesuatu, harusnya Anda, pembela Kristus dan bukan ular beludak, bisa berbuat sesuatu yang lebih daripada yang telah dilakukan Bengcu si ular beludak ini. Sudahkah pak Ufuk ?

  3. Parah lu bray. Orang lagi bener masih aja ente cari-cari kesalahannya. Kalau mau ikut eksis pakailah cara yang bener, jangan kelewatan.

  4. Banyak bacot lu hai….kalau memang berani lawan tuh putusan MA ….teriak2 di sana sini…cari sensasi doank hahhahahhahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s