Tradisi Pesta Obor Cap Go Meh


Cap go meh 1880-an di Hindia Belanda - Wikipedia

Cap go meh 1880-an di Hindia Belanda – Wikipedia

Karena kesusilaan (li 禮) tidak diajarkan lagi oleh para Junzi 君子 dengan lengkap dan benar maka jalan (dao) sembahyang Cap go meh Tionghoa pun tidak dipahami lagi oleh orang-orang Tionghoa generasi ini.

Orang-orang Tionghoa Indonexia dan Asia Tenggara menyebutnya cap go meh (shíwǔ míng  十五暝) artinya malam ke lima belas. Malam itu bulan purnama. Orang Taiwan menyebutnya yuánxiāo jié 元宵 節 artinya penghelatan malam pertama. Itu adalah malam purnama pertama tahun ini.

Tujuh ribu tahun kebudayaan dan lima ribu tahun sejarah! Itulah semboyan sejarahan Tionghoa yang juga diakui para sejarahwan manca negara. Apakah penghelatan Cap go meh ada sejarahnya? Tentu saja ada. Kenapa mereka yang menggelari dirinya budayawan Tionghoa justru mengagul-agulkan DONGENG picisan sebagai sejarah Cap go meh? Karena mereka budayawan telolet. Bwa ha ha ….

Siapa yang paling sering ditanyai wartawan tentang Cap go meh? Tentu saja para dukun hongshui dan penjaga klenteng serta biksu Buddha. Dari mana sumber pustaka mereka? Dari isapan jempol. Para blogger Tionghoa pepesan kosong juga “kegau” (sok tahu) menyebarkan dongeng Cap go meh.

Kitab Lijing mencatat bahwa raja Diku 帝嚳 yang berhasil memetakan bintang-bintang dan planet-planet lalu mengajari rakyat untuk memanfaatkannya. Raja Yao (2356 SM – 2255 SM) yang menyusun hukum dan penegakkan hukum serta keadilan sosial.

Kalender Imlek dan penetapan hari-hari besar agama Tionghoa yang kita miliki saat ini adalah peninggalan karya besar  raja Diku dan raja Yao yang sudah berumur hampir 5000 tahun yang lalu. Tindakan orang-orang Tionghoa generasi ini menghargai dongeng pepesan kosong hari-hari besar agama Tionghoa para dukun hongshui benar-benar memalukan.

Obor Dan Lampu

Pada hari sembahyang, Raja wang 王 mengenakan topi kulit, mendengarkan petunjuk pemimpin upacara jibao 祭報, menunjukan kepada rakyat betapa khusuknya atasan mereka. Bahkan yang sedang berkabung pun tidak menangis, tidak ada yang berani mengenakan pakaian kabung. Jalan-jalan diperciki dengan air, disapu bersih dan tanahnya dibalik.  Di kampung-kampung, obor zhu 燭 dinyalakan di pematang-pematang sawah. Tanpa perintah rakyat meneladani atasannya. Liji IX:II:5 – Jiao tesheng

Beratus lampu di halaman tingliao 庭燎 dimulai oleh Qi huangong (643 SM). Dimainkannya musik sixia 肆夏  dalam pesta pembesar dimulai oleh Zhao wenzi (541 SM). Liji IX:I:8 – Jiao tesheng

Tersebut di atas adalah catatan tentang sembahyang di altar Jiao 郊 kerajaan Xia 夏 (2070 SM – 1600 SM).  Sesuai dengan tradisi, raja-raja Xia melakukan sembahyang pada malam hari. Masyarakat menyalakan obor untuk mendukungnya. Selanjutnya kita melihat bahwa obor sudah diganti dengan lentera.

Tianzi 天子 anak Yang Mahatinggi melakukan sembahyang Yue 礿  musim semi secara pribadi. Sembahyang Di 禘 musim panas dan sembahyang Chang 嘗 musim gugur serta sembahyang zheng 烝 musim dingin dilakukan bersama-sama. Apabila Zhuhou 諸侯 rajamuda melakukan sembahyang Yue, maka dia tidak melakukan sembahyang Di. Bila sembahyang Di, tidak sembahyang Chang. Bila sembahyang Chang tidak sembahyang Zheng. Melakukan sembahyang Zheng tidak sembahyang Yue. Rajamuda juga melakukan sembahyang Yue secara pribadi. Sembahyang Di dilakukan satu kali secara pribadi dan satu kali bersama-sama. Sembahyang Chang dan Zheng dilakukan bersama-sama. Liji III:III:8 – Wangzhi

Kerabatku sekalian, sembahyang musim semi atau sembahyang tahun baru Imlek dilakukan bergantian harinya antara raja, para pangeran, para rajamuda dan rakyat jelata. Raja melakukannya pada hari pertama, pangeran hari ke 3, rajamuda hari ke 6 dan rakyat jelata hari ke 9. Yang lain melakukannya di kuil leluhur masing-masing sedangkan rakyat jelata di depan rumahnya masing-masing.

Sembahyang Altar Gunung Dan Sungai

Kitab-kitab agama diperiksa dan dirawat. Diamanatkan untuk melakukan sembahyang gunung shan 山 dan hutan lin 林 serta sungai chuan 川 juga rawa ze 澤. Hewan korbannya tidak boleh binatang hamil. Liji IVA:I:17 – Yueling

Diamanatkan kepada masyarakat agar melakukan sembahyang gunung shan 山 dan sungai chuan 川 serta beratus mata air. Panjatkan doa diiringi musik semoga Di 帝 Kaisar Pertama menurunkan hujan. Diamanatkan kepada beratus daerah agar beratus kepala daerah dan menteri tua serta para sarjana memanjatkan doa hujan agar masyarakat diberi kebaikan dan sawah-sawah dipenuh panen berkelimpahan. Liji IVB: II:8 –  Yueling

Sembahyang Cap go meh bukan sembahyang Pai Thikong di altar leluhur atau di depan rumah rakyat jelata. Itu adalah sembahyang Pai Thikong di altar gunung dan sungai milik raja dan rajamuda penguasa daerah. Rajamuda yang menguasai daerah tidak punya altar gunung dan sungai.

Liji IVA:I:17 – Yueling adalah amanat untuk melakukan sembahyang di permulaan musim semi sedangkan Liji IVB: II:8 –  Yueling adalah amanat untuk melakukan sembahyang di pertengahan musim panas. Rakyat jelata boleh ikut sembahyang di altar gunung dan sungai dengan membangun hio (dupa) dan menikmati musik yang meriah.

Hanya satu pesan dari suhu hai hai, “Semua pertunjukkan di malam Cap Go meh yang anda anggap sakti mandraguna itu hanya trik sulap belaka. Jangan percaya bualan dukun-dukun hongshui yang mencari pujian sambil mencuri kebajikan. Agama Tionghoa adalah agama akal budi.”

Advertisements

2 thoughts on “Tradisi Pesta Obor Cap Go Meh

  1. Kenapa seh kesannya kebenaran seolah terbolak balik saat berhadapan dengan bengcu? Terlalu banyak yg perlu diluruskan dan ditegakkan. Apa sih penyebab utamanya? Apa benar semata mata gara2 li itu sudah tidak diajarkan dengan semestinya?

    Tegakkanlah sejarah yg benar hai hai

  2. Capek2 tulis wakakkakkaka semua juga rata2 tauk kisahnya ada di google GOBLOK!!! Wakakkakakkakkaa…..
    lu pikir cuma lu aja yg tauk?
    SOK PINTER LU !!!!
    WAKAKKAKKAKKAKKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s