Anies Melihat Bapak Tua Berjalan Di Genangan Banjir


Detik.com Anies

Detik.com Anies

Anies melihat bapak tua berjalan di genangan hanjir. “Banjir dari kapan, Pak?” tanyanya setelah Anis turun dari perahu karet. “Dari Minggu, pak,” jawab pak tua. Anis lalu melanjutkan pikniknya menyapa warga.

Apa sumbangsihnya kepada warga yang kebanjiran? Tidak ada! Jangankan bagi-bagi sembako, yang dia lakukan justru menghasut warga dan memfitnah ahok tanpa alasan.

Lihat saja yang dilakukannya kepada pak tua yang ditemuinya. Pak tua dan semua warga di situ berjalan kaki karena nggak tega menyusahkan orang lain, eh dia dan komplotannya malah asyik petantang-ptenteng berlagak penguasa.

Paduka yang Agung (Agung dari hongkong?) dan komplatannya yang mulia,  masak kalian tega membiarkan pasukan orange itu menghela perahu karet seolah  mereka sapi penarik pedati sementara kalian ha ha hi hi?

Ahok Menangani Banjir Cipinang

“Repot. Nanti turun ada perahu karet, semua pejabat ikut. Orang butuh tapi nanti orang yang bawa kita tenaganya habis. Sedangkan yang butuh, anak-anak lebih banyak. Aku ini berat loh, 92 kg,” kata Ahok, kenapa tidak keliling naik perahu karet?

“Airnya masih nggak bisa kita pompa. Tinggi sungai sama ini (rumah warga) sama. Nggak bisa dipompa mesti ditutup (sheet pile),” ujar Ahok.

“Itu yang paling saya khawatir. Kalau Jakarta nggak bikin tanggul utara itu, termasuk pasar ikan itu, tanggul setinggi 3,8 meter. Hujan terus-menerus dan tiba-tiba pasang laut sampai di atas 2,8 meter.  Jakarta 40 persen bisa tenggelam. Karena pompanya nggak bisa mompa. Laut sama darat sama tingginya,” papar Ahok.

Anies Meninjau Banjir Cipinang

Laksana pemimpin bajak laut, Anies memimpin komplotannya sambil asyik main HP sementara pasukan orange binaan Ahok dan Jarod bekerja keras mendorong dan menyeret perahu karet yang ditumpanginya. Mereka disambut oleh Ketua RW 04 Cipinang Melayu Irwan Kurniadi.

“Saya ingin datang ke sini, ingin melihat, berinteraksi dengan warga secara langsung, mendengar keluhannya dan ternyata tempat ini enggak pernah didatangi. Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur pernah datang ke sini?” tanya Anies santun.

“Belum pernah,” jawab Irwan.

“Sudah berapa tahun, Pak,” kejar Anies.

“Sepanjang banjir di sini,” ujar Irwan lagi.

“Jadi, menurut warga, ini pertama kali ada perhatian datang,” kata Anies.

“Iya, saya datang ke sini lihat ke dalam, dengan Pak Rw saya jalan, dan airnya memang keras, debitnya tinggi, dari cerita beliau ini menahun. Selama ini ada program yang berhenti tahun 2014,” kata Anies di lokasi banjir.

Fakta-Fakta Banjir Cipinang Melayu

Walaupun santun namun perilakunya jahat sekali. Bandingkan saja yang dilakukannya dan yang dilakukan oleh lawannya bagi warga Jakarta. Yang dilakukannya hanya menghasut dan memfitnah.

“Mau jadi Gubernur? Jadi Gubernur saja, namun jangan membohongi warga DKI dan jangan menyebar fitnah. Setelah Pilkada DKI selesai, hidup anda masih panjang. Jangan sampai karir anda selesai dengan reputasi tukang bohong dan tukang fitnah.”

Sejak hari Minggu 19/02/2017, baik televisi maupun radio dan koran juga media online sama-sama gencar sekali memberitakan banjir merendam RW 12 Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Masak anda tidak tahu bahwa, “Semalam warga sudah dievakuasi. Pagi ini banjir 1 meter, tadi malam 1,2 meter,” Informasi Yunita, SAR DKI.

Itu sebabnya, pak Anies, tindakan anda memvonis Ahok Djarod kurang perhatian sama warga, benar-benar tidak terpuji. Bukan hanya Yunita dan Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, namun seluruh dunia pun tahu bahwa semua warga yang mengungsi ditempatkan di Mesjid Universitas Borobudur serta dilayani 24 jam.

Lagak sok pahlawan anda, “Saya ingin datang ke sini, ingin melihat, berinteraksi dengan warga secara langsung, mendengar keluhannya dan ternyata tempat ini enggak pernah didatangi,” benar-benar kesiangan, bro.

Kenapa anda tidak mendatangi para pengungsi di Mesjid Universitas Borobudur? Katanya, “Saya ingin datang ke sini, ingin melihat, berinteraksi dengan warga secara langsung, mendengar keluhannya dan ternyata tempat ini enggak pernah didatangi?” kok gak datang?

Tindakan menyebar fitnah, “Selama ini ada program yang berhenti tahun 2014,” benar-benar kampungan. Bukan hanya warga RW 12 saja namun seluruh dunia sudah tahu bahwa Program normalisasi Kali Sunter bukan program Ahok namun program, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anda salah fitnah ya? Bwa ha ha …

Proyeknya tidak mangkrak namun belum selesai. “Yang jelas upaya kami dari Dinas SDA sudah disampaikan, karena program normalisasi Kali Sunter yang dilakukan oleh Kementerian PUPR belum tuntas karena pembangunan sheet pile kemarin terputus di jarak kali itu, dan itu belum lanjut lagi. Sekarang ini tinggal di RW 12 saja kok?” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

“Baru dipasang beronjong-beronjong. Baru setelah enggak hujan, kami pasang sheet pile. Kalau sekarang percuma, hanyut sheet pile-nya,” ujar Wakil Gubernur Djarot saat meninjau kerja bakti di Phb Cililitan Besar, Minggu (19/2/2017).

Advertisements

4 thoughts on “Anies Melihat Bapak Tua Berjalan Di Genangan Banjir

  1. ijin share lg ya om..
    biar jakarta tau bahwa begundal2 ini cm bs provokasi tanpa kerja yg pasti
    pastinya kerjaan mrk berdua ya provokasi dan telolet doang haahahaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s