Sejak Tempo Naik Kelas Jadi Majalah Hoax


Majalah Tempo

Majalah Tempo membingkai Ahok agar disangka terlibat dalam korupsi e-KTP 5,7 Triliun. Itukah sebabnya TEMPO tidak mengklaim dirinya “bisa dipercaya” lagi sejak 2008? Yang penting jenaka pun bisa?

1995 TEMPO.co hadir menjawab kebutuhan enak dibaca dan bisa dipercaya. Sejak 2008 berupaya menerapkan standar tinggi meliput peristiwa dan menuliskannya secara tajam, cerdas dan berimbang. Enak dibaca dan perlu, bahkan jenaka pun bisa.

Apakah TEMPO yang sejak 1995 hadir menjawab kebutuhan enak dibaca dan bisa dipercaya sudah tidak bisa dipercaya lagi sejak 2008? Itu sebabnya hanya enak dibaca dan perlu, bahkan jenaka pun bisa? Yang penting lebih dalam, lebih baru, lebih penting? Saya  tidak tahu.

Frame artinya bingkai. Framing artinya membingkai. Waktu kelas tiga SMP hai hai jatuh cinta setengah mati kepada Romlah (bukan nama sebenarnya) namun nggak berani memikatnya. Hari itu kelas kami piknik ke Rumah Atsiri lalu terjadilah pucuk dicinta ulam tiba. Salah satu foto piknik kami, menampilkan hai hai berdiri berdekatan dengan Romlah.

Foto yang telah diperbesar itu lalu dipotong dan dimasukan ke dalam bingkai. Wow …! Jadilah foto yang indah sekali. Hai hai berjalan mesra dengan Romlah di antara bunga-bunga atsiri aneka warna dan rupa. Indah sekali. Meskipun nampak hebat namun yang dilakukan terhadap Romlah itu selain  sangat licik juga pengecut.

TEMPO Membingkai Ahok

Rp 5,7 Triliun. Rasuah Terbesar. “Mana ada? Sembarangan! Gue ikut bahas. Mana mungkin gue ikut-ikutan.” Basuki Tjahaya Purnama. Di kediaman Megawati Soekarnoputra di Jalan Teuku Umar Menteng. Jakarta Pusat, 8 Maret Lalu.

Majalah Tempo membingkai Ahok agar disangka terlibat dalam korupsi e-KTP 5,7 Triliun. Itukah sebabnya TEMPO tidak mengklaim dirinya “bisa dipercaya” lagi sejak 2008? Itu karena alih-alih “bisa dipercaya” Tempo justru menerapkan standar tinggi meliput peristiwa dan menuliskannya secara tajam, cerdas dan berimbang, enak dibaca dan perlu, bahkan jenaka pun bisa?

Laporan Utama. Senin, 13 Maret 2017. Rasuah Terbesar. PROYEK pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dirancang menjadi bancakan politikus Senayan dan pejabat Kementerian Dalam Negeri jauh hari sebelum tender dilaksanakan. Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto—dua pejabat Kementerian—dalam perkara rasuah terbesar yang pernah diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi ini termaktub jelas mereka yang diduga menerima uang haram dari proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Mereka semua membantah.  “Mana ada? sembarangan! Gue ikut bahas. Mana mungkin gue ikut-ikutan.”  Basuki…

Tulisan di halaman 38-39 majalah TEMPO dan konten majalah.tempo.co di atas benar-benar mengenaskan. Standar meliput peristiwa dan menuliskannya secara tajam, cerdas dan berimbang, enak dibaca dan perlu, bahkan jenaka pun bisa, sangat tinggi namun sayang Tempo tidak mengklaim dirinya BISA dipercaya lagi.

Di dalam Laporan Utama, Senin, 13 Maret 2017 berjudul: Rasuah Terbesar, halaman 38-39, selain menampilkan foto Ahok majalah TEMPO juga mencantumkan daftar 37 peserta rapat komisi II DPR tahun 2011 di mana Ahok menjadi salah satunya.

Kenapa TEMPO jadi begitu? Karena mau naik kelas jadi majalah hoax? Kenapa Tempo tidak mengklaim dirinya “BISA dipercaya” lagi? Gara-Gara Tempo Diskon Hingga 30%? Kenapa wartawan Tempo telolet? Karena seperti yang diajarkan oleh Goenawan Mohamad di malam peringatatan Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tanggal 11 Maret 2017 yang lalu agar kita melawan hoax dengan HOAX?

Yang semula biar mati pun tidak mau kompromi, sekarang, untuk membangun rumah yang indah maka dia kompromi. Yang tadinya biar mati pun pantang kompromi, sekarang, demi memanjakan istri dan gundik maka dia kompromi. Tadinya biar harus mati pun tidak mau kompromi, sekarang, demi mendapatkan pujian dari orang miskin yang ditolongnya maka kompromi. Kenapa tidak tahan uji? Karena hatinya sudah kehilangan akarnya.  Mengzi VIA:10:8 – Gaozi shang

Advertisements

7 thoughts on “Sejak Tempo Naik Kelas Jadi Majalah Hoax

  1. Oo.. TEMPO sjak 7 thn llu udah hoax nich ya, suhu? Baru tahu ni saya. Mklum, jrang ngikuti perkembangannya slma ini.

    Btw, ksus e-KTP mega korup banget ya. Menyebalkan para pjbat ngri ini. Siapa lg yg bisa kita percya? Saya ikut kaget ktika nama Ganjar Pranowo disebut.

    Trus Ahok? Saya ttp beriman Ahok bersih smpai saat ini. Sya nyaman myakininya. Hhmm…bukankah itu iman, sbgaimnana bengcu sring mngjarkan bhwa iman adalah prasaan nyaman meyakini sstu?

    • Ahok pasti bersih karena:

      1. Dia memang jujur
      2. Dia selalu memegang hukum atas tindakan-tindakannya

      Kenapa Ahok jujur? Karena dia sudah mengambil keputusan untuk jadi orang jujur dan gajinya cukup untuk membiayai gaya hidupnya sekeluarga.Saya tahu apa itu KEPUTUSAN ahok, sama seperti saya MEMUTUSKAN untuk mengerti ajaran Alkitab apa apanya saja. Karena tidak ada kepentingannya selain jujur, maka dari pagi sampai malam kita hidup dengan jujur.

      • salam hormat om..
        maaf ya om kl lancang ikutan nimbrung
        berhubung om hai hai ngomongin kejujuran makanya sy mohon petunjuk om,
        jujur itu kan luas om seluas hati (maaf kalau keliru) jadi jujur yg sebenarnya jujur itu gimana om..
        apakah terhadap keinginan2 kita sendiri kita hrs jujur bahkan ketika kejujuran kita bersinggungan dg kepentingan org lain atau ada hal yg lbh diperhatikan sblm bertindak jujur spy jujur itu murni seperti jujur yg sejujurnya..
        makasih ya om utk petunjuknya
        salam hormat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s