Orang Tionghoa Pantang Disebut Cina


Kata Cina bukan istilah bahasa Jawa dan berbagai kata bahasa Nusantara lainnya. Apa artinya dan kenapa orang Tionghoa pantang disebut Cina? Aneh. Bahkan orang Tionghoa generasi ini pun tidak tahu apa artinya.

Bahkan seantero dunia mempertanyakan apa arti kata “Cina”? Kenapa orang Tionghoa disebut Cina? Kenapa orang Tionghoa pantang disebut Cina? Karena pantang disebut Cina itu berarti mustahil orang Tionghoa sendiri yang menamai dirinya Cina. Lalu siapa?

Walaupun tidak suka disebut Cina namun faktanya orang-orang Tionghoa itu disebut Cina secara luas oleh penduduk Nusantara di mana Melayu menjadi bahasa Lingua Franka alias bahasa pergaulan dunia.

Buku The Legacy of Majapahit, hal. 92, karya John N. Miskie dan Endang Sri Hardiati Soekatno, penerbit National Museum of Singapore tahun 1995 mencatat bahwa dokumen tertua di Nusantara yang mencatat kata “CINA” adalah lempeng tembaga Bungur A yang berangka tahun 860. Isinya tentang, “Juru Cina” yang bertugas mengurusi para pedagang dari Tiongkok.

Itu berarti pada jaman tersebut orang-orang Tionghoa sudah disebut Cina. Karena hubungan dagang, mustail disebut Cina untuk menyakiti hati mereka. Karena tamu, orang-orang Tionghoa itu pasti disebut Cina untuk menghormati mereka. Lalu, kenapa orang-orang Tionghoa itu merasa tidak suka disebut Cina? Itulah misterinya.

Kata China pertama kali muncul di Eropa dalam buku catatan harian petualang Portugis Duarte Barbosa (1516) yang diterjemahkan oleh Richard Eden’s pada tahun 1555 ke dalam bahasa Inggris dengan judu: Description of the Coasts of East Africa and Malabar.

Walaupun buku tersebut tidak menjelaskan dengan gamblang arti kata China dan dari mana Duarte mendapatkannya, namun tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa kata tersebut diperolehnya di Malaka dalam perjalanannya dari pantai Afrika timur ke Malabar. Di Malaka bahasa Melayu menjadi lingua franka alias bahasa pergaulan dunia.

Sejarah Kata Tionghoa

Walaupun tahu bahwa Tiongkok (zhongguo 中國) itu nama negara namun kebanyakan orang Tionghoa tidak tahu sejarah dan arti kata Tionghoa. Umumnya mereka menyangka bahwa Tionghoa (zhonghua 中華) adalah sebutan untuk warga negara Tiongkok. Padahal tidak demikian. Tionghoa bukan sebutan untuk warga negara Tiongkok. Warga negara Tiongkok disebut zhongguo ren 中國 人 (Hokkien: Tiongkok Lang). Lalu, Tionghoa itu apa?

Karena kalah dagang, orang-orang Belanda pun berbuat keji dan menyulut kerusuhan ganyang Cina di Batavia. Lebih dari sepuluh ribu orang Tiongkok perantauan dibantai dengan kejam dalam dua hari. Hari itu tanggalnya 09-10 Oktober 1740.

Selain mengerahkan bala tentaranya, Gubernur Jendral VOC Adriaan Vaclckenier juga mengupah penduduk lokal dan siapa saja untuk ikut ambil bagian dalam ganyang Cina di Batavia. Selain dibunuh dengan kejam dan harta bendanya dijarah, rumahnya pun dibakar.

Setelah perempuan-perempuannya diperkosa di hadapannya lelaki-lelaki Tiongkok perantauan itu diejek dan dihina, bahwa dirinya nggak becus melindungi perempuan-perempuannya. Bersama-sama mereka lalu dibantai tanpa ampung. Di antara korban-korban yang selamat, banyak yang bunuh diri karena tidak sanggup menanggung hinaan yang diterimanya.

Karena takut dengan pembalasan Dinasati Qing maka pemerintah Belanda pun mengirim utusan khusus ke Tiongkok untuk minta maaf kepada Kaisar atas apa yang terjadi di Batavia. Atas peristiwa tersebut, Qianlong, kaisar kelima dinasti Qing menanggapinya kira-kira begini,

Aku tidak peduli dengan yang dialami oleh orang-orang tidak berharga itu. Demi memburu harta mereka meninggalkan negeri dan mengabaikan makam-makam leluhurnya. Mereka pantas mati.

Ucapan kaisar Qianlong benar-benar kejam! Yang dilakukannya bukan hanya melanggar li 禮 kesusilaan namun bertentangan dengan de 德 kebajikan. Bukan hanya tidak mengakui keberadaan orang-orang Tiongkok perantauan Batavia sebagai rakyatnya kaisar justru mengharapkan kematian mereka.

Pada hari itu celiklah mata orang-orang Tiongkok perantauan, khususnya yang ada di Batavia bahwa mereka bukan hanya sendirian di Batavia namun mereka juga adalah musuh Tiongkok. Mereka bukan zhongguo ren 中國人 warga negara Tiongkok.

Sejak itulah orang-orang Tiongkok perantauan itu menyebut dirinya Tionghoa (zhonghua 中華) artinya bunga yang tidak menyebelah alias bunga yang tidak tersesat.

Tiga tahun (1740-1743) orang-orang Tionghoa Nusantara itu berkabung dalam perkabungan besar menurut tradisi Tionghoa. Dalam perkabungannya mereka memerangi dan mengalahkan Belanda untuk menunjukkan bahwa orang-orang Tionghoa bukan pengecut.

Orang Tionghoa Nusantara tidak suka disebut Tjina alias Tjienna alias Cina. Buktinya, setelah resmi menggunakan nama Tionghoa untuk menyebut dirinya pada tahun 1900, mereka pun berjuang agar pemerintah Hindia Belanda mengakuinya. Perjuangan mereka baru berhasil pada tahun 1928 ketika istilah Tionghoa dan Tiongkok diakui secara resmi oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda.

Tionghoa adalah istilah yang digunakan oleh orang-orang keturunan Tiongkok perantauan untuk menyebut dirinya dan membedakan bahwa dirinya  bukan zhongguo ren 中國 人 (Hokkien: Tiongkok Lang).

Usaha Dunia Membongkar Misteri Kata Cina

Orang Tionghoa Nusantara tidak suka disebut Tjina alias Tjienna alias Cina. Itu sebabnya, setelah resmi menggunakan nama Tionghoa untuk menyebut dirinya, pada tahun 1900, mereka pun berjuang agar pemerintah Hindia Belanda mengakuinya. Perjuangan mereka baru berhasil pada tahun 1928, ketika istilah Tionghoa dan Tiongkok diakui secara resmi oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda.

Marco Polo (1254 – 1324) bukan orang Eropa pertama yang mengunjungi Cina namun dialah orang pertama yang meninggalkan catatan tentang Cina relatif lengkap. Pengetahuan tentang kekaisaran Tiongkok baru diperoleh bangsa Eropa pada abad ke 17. Saat itu masyarakat Eropa menerjemahkan Zhongguo menjadi “The Middle Kingdom” atau “O Império do Meio” artinya Kekaisaran Tengah.

Namun sejak terbitnya buku berjudul “Novus Atlas Sinensis” karya Martino Martini tahun 1655, di Eropa. Di dalam bukunya Martino Martini mengajarkan bahwa kata China berasal dari kata Qin 秦, nama dinasti yang berkuasa tahun 221 -207 SM di Tiongkok. Buku itulah yang memicu aneka sepekulasi tentang asal-usul kata China sampai hari ini.

Dinasti Qin 秦 runtuh tahun 207 SM. Sejak itu, tidak pernah bangkit lagi. Di kampung sendiri tidak mungkin mengagul-agulkan diri Qinren 秦人 orang dinasti Qin untuk menghina dinasti yang sedang berkuasa. Di luar negeri orang Tiongkok mustahil mengaitkan dirinya dengan dinasti yang sudah musnah.

Itu sebabnya mustahil orang-orang Tiongkok perantauan abad 16 Malaka disebut Qinren (Hokkien: Tanglang), orang dinasti Qin oleh penduduk Nusantara. Cina mustahil cara orang-orang Nusantara menyebut orang-orang Tiongkok perantauan Nusantara.

Walaupun banyak teori tentang asal-usul kata Cina namun tidak ada satu pun yang masuk akal. Kata Cina digunakan oleh orang-orang Malaka untuk menyebut orang-orang Tionghoa. Selain Malaka juga digunakan oleh penduduk Nusantara yang lainnya.

Misteri Kata Cina

Orang-orang Tionghoa menyebut orang-orang Nusantara “Huan A,” dalam bahasa mandarin “fānzī 番仔,”artinya orang lain alias orang asing. Istilah apa yang biasa digunakan oleh orang Nusantara untuk menyebut orang lain?

“Saudara.”

Kalau orang Nusantara menggunakan bahasa Hokkien untuk menyebut orang Tionghoa “Saudara,” kata apa yang dia ucapkan?

“Cin a.”

Dalam bahasa mandarin “Qīn zī 親仔”.

Kenapa orang Tionghoa pantang disebut “Cina” artinya saudara? Karena istilah “Saudara” dalam bahasa Tionghoa hanya berlaku bagi saudara kandung. Yang tidak sekandung tidak boleh disebut Cina.

Di samping itu, kata Cina juga berarti besan. Chin Lang dalam Hokkien (mandarin: Qīn rén 親人) artinya orang besan aatau orang dari pihak besan. Semua handai taulan dari pihak besan juga disebut Cina. Itu sebabnya kenapa orang Tionghoa tidak suka disebut Cina. Karena itu berarti kita disebut saudara kandung bahkan disebut besan.

Saya ingat waktu kelas 2 SD, saya tidak suka ketika pendeta menyebutku saudara. Ketika disuruh bernyanyi, “Dalam Yesus kita bersaudara,” saya benar-benar tidak bisa menerimanya. Itu ibarat menyembah nenek moyang orang lain sebagai nenek moyang sendiri.

Itu sebabnya orang Tionghoa pantang disebut Cina!

Advertisements

4 thoughts on “Orang Tionghoa Pantang Disebut Cina

  1. Cina itu saudara atau besan gitu ya? 😇😇😇
    Hai hai memang rajin riset Anda ini ya.

    Oya, trus istilah “China” dlm kmus Bhasa Inggris itu ap jg trpngruh oleh org Nusantara yg tlh menmainya?

    • istilah Cina itu artinya BESAN. Istilah itu menjadi CHINA itu dibawa oleh orang Portugis. Dia mendapatkan istilah itu dari Malaka. Saya melakukan riset bertahun-tahun untuk hal demikian demi anak cucu. supaya mereka ngerti dan tidak ada pembohongan publik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s