Philip Mantofa Membongkar Penipuan Mujizat Palsu


Penipuan Mujizat Palsu sangat kejam. Pasien tidak berobat karena yakin sudah menerima mujizat kesembuhan, padahal tidak. Karena tidak berobat maka kondisinya makin parah dan kehilangan kesempatan untuk sembuh.

Kenapa mengharapkan mujizat kesembuhan di Festival Kuasa Allah? Karena tidak punya uang untuk berobat. Karena penyakitnya tidak tersembuhan. Karena tidak mengerti ajaran Alkitab dan tertipu oleh para pengkotbah.

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Markus 11:24

Mereka pertipu karena menyangka Allah tidak mungkin menyembuhkan tanpa mujizat. Mereka berpikir bodoh bahwa Allah mustahil melakukan mujizat kesembuhan dengan campur tangan dokter. Mereka bertindak bodoh karena menolak pengobatan dokter dan ngotot memaksa Allah harus menyembukannya dengan mujizat.

Markus 11:23 memang mengajarkan agar, “Mintalah dan doakan,” artinya mintalah kesembuhan dan berdoalah untuk kesembuhanmu. Namun ayat itu sama sekali tidak membatasi bahwa kalau anda minta mujizat kesembuhan maka engkau tidak boleh lagi minta kesembuhan lewat pengobatan dokter dan obat. Kenapa tidak beriman bahwa anda akan disembuhkan namun biarkan Allah yang menentukan apakah lewat mujizat atau lewat dokter dan obat?

Mujizat Ecek-Ecek

Bagaimana nasib mereka yang tidak sembuh di Festival Kuasa Allah? Saya tidak tahu. Apakah panitia dan gereja lokalnya membesuk dan menghibur mereka? Siapa yang peduli? Anda peduli?

Bagaimana dengan mereka yang tampil bersaksi mengalami mujizat kesembuhan di Festival Kuasa Allah? Bukankah mujizat kesembuhan mereka menguatkan iman? Kenapa tidak ada gereja bahkan tak seorang pun yang mengundang mereka untuk bersaksi? Bukankah anda merasa diberkati? Kenapa tidak mengundang mereka bersaksi?

Kenapa kesembuhan mereka tidak pernah menjadi buah bibir di mas media dan media sosial bahkan di Warta Jemaat gereja pun tidak pernah diberitakan? Tentu saja karena semua orang tahu bahwa mujizat kesembuhan di Festival Kuasa Allah cuma mujizat ecek-ecek.

Percuma anda beriman dan menuduh suhu hai hai tidak percaya mujizat. Mustahil anda ngotot ngejeblak bahwa Allah berkuasa membuat mujizat kesembuhan karena faktanya, mujizat kesembuhan di Festival Kuasa Allah cuma mujizat ecek-ecek.

Penipuan Mujizat Palsu

Kerabatku sekalian, nontonlah video di atas dengan teliti dan hati-hati. Dengarkan ucapan Perwarta dan keluhan pasien.

Setelah menonton video tersebut anda berani mengklaim bahwa ketiganya mengalami mujizat kesembuhan? Anda berani memviralkan video tersebut untuk mempermalukan iblis dan mengagul-agulkannya sebagai mujizat kesembuhan atas nama Yesus demi kemuliaan Allah? Atau anda merasa jijik melihat penipuan Philip Mantofa mantofa yang memalukan itu? Mempempermuliakan Yesus dan Allah?

Mujizat Jongkok Berdiri Bebas

Pewarta: 10 tahun yang lalu ibu itu mengalami kecelakaan dan mencederakan lutut sebelah kiri dan dia jatuh dari tangga. Dia tidak bisa jongkok dan berdiri dengan bebas. Tapi sebelum acara dimulai, didoakan dua kali dan merasa ada sesuatu yang memeras kakinya dan dia aminkan. Dan setelah itu dia merasakan kelegaan dan dia bisa jongkok dan berdiri dengan bebas.”

Keluhan: Tidak bisa jongkok dan berdiri dengan bebas.

Philip Mantofa: Tangan yang memeras lututmu itu sekarang memegang saya.

Hai hai: Pasien mengeluh tidak bisa jongkok dan berdiri dengan bebas. Dia tidak mengeluh merasa sakit waktu jongkok dan berdiri. Itu sebabnya waktu disuruh jongkok dan berdiri oleh Philip Mantofa dia tidak merasa sakit sama sekali.

Bandingkan 8 nubuatan dan makrifat Philip Mantofa di Festival Kuasa Allah 20 Medan. Tidak ada makrifat “Tangan memeras lutut,” Juga tidak ada nubuatan bisa jongkok dan berdiri dengan bebas. Philip Mantofa tukang tipu!

Mujizat Saraf Kecetit

Pewarta: Pak Philip, tujuh tahun yang lalu ibu ini mengalami saraf kecetit sehingga menyebabkan ibu ini tidak bisa jongkok. Tetapi malam hari ini, sebelum acara dimulai ibu ini didoakan dan mengalami kesembuhan yang dari Tuhan. Ibu ini bisa jongkok dan yang luar biasa adalah matanya yang biasanya pusing kalau melihat sesuatu, malam hari ini juga disembuhkan oleh Tuhan, Beri kemuliaan buat Allah kita. Halleluya!”

Keluhan: Tidak bisa jongkok. Mata yamg biasanya pusing kalau melihat sesuatu disembuhkan.

Philip Mantofa: Jongkok! Berdiri! Ada sakitnya tidak? Tidak ada rasa sakit sama sekali!

Hai hai: Tulang muda yang menghubungkan tulang dengan tulang namanya sendi. Daging yang menghubungkan tulang dengan tulang namanya urat (ligamen). Daging yang menghubungkan daging dengan tulang namanya otot (tendon). Kecetit artinya terkilir alias keseleo. Ada luka pada tendon dan atau ligamen.

Hai hai: Orang yang tidak bisa jongkok mustahil bisa duduk di bangku. Dari gerakannya yang lamban waktu berdiri kelihatan bahwa dia bukan tidak bisa jongkok namun susah jongkok lalu berdiri. Karena tidak mengeluh sakit kalau jongkok, itu sebabnya dia tidak merasa kesakitan waktu disuruh jongkok lalu berdiri.

Dengan licik Philip Mantofa memanipulasi penonton agar menyangka terjadi mujizat kesembuhan sehingga ibu itu tidak merasa sakit waktu disuruh duduk dan berdiri. Itulah Penipuan mujizat palsu Philip Mantofa.

Ketika Philip Mantofa berkata, “Riceive,” tujuannya adalah mencurahkan Roh Kudus ke ibu itu. Alih-alih roboh, dia justru meraih tangannya. Tidak ada Roh Kudus dalam Philip Mantofa sehingga ucapannya tidak dipahaminya. Ha ha ha ha …..

Philip Mantofa berkata, “Jangan pegang tangan saya!” Prilaku sok sucinya yang tidak boleh dijamah orang lain benar-benar memuakan. “Huak ….. phui!” Aku meludahinya.

Mujizat Susah Jalan

Pewarta: Puji Tuhan pastor Philip, sudah sekitar 6 tahun ini, ibu ini mengalami susah berjalan karena kakinya itu susah digerakkan. Dan ibu ini berusia 60 tahun. Datang ketempat ini jauh-jauh dari Binjie Km 13 bersama dengan salah satu anaknya. Sebelumnya ibu ini harus berjalan dengan dibantu dengan tongkat ini kurang lebih 4 tahun.

Pewarta: Dan ketika datang di tempat ini. Ibu ini sedang merasakan merinding sekujur tubuhnya. Bahkan ketika turun aja dari tempat ini, dari kendaraan, harus dipapah dengan sekitar 4 orang. Dan ketika sebelum acara ini dimulai ibu ini didoakan, tiba-tiba kakinya sudah merasa kuat dan bisa merasa lebih ringan dan bisa berjalan. Seperti tadi ditunjukkan ibu ini, ketika berjalan ke sini sudah tidak dituntun lagi dan tidak menggunakan tongkat ini lagi. Dan bahkan Ibu ini berkata, “Saya sudah tidak perlu tongkat ini lagi. Bahkan karena itu saya buang saja deh tongkatnya.”

Keluhan: Susah berjalan karena kakinya itu susah digerakkan.

Hai hai: Perhatikan Video yang menunjukkan foto ibu itu duduk di atas kursi roda. Kenapa foto itu diunggah? Untuk membohongi publik bahwa ibu itu tadinya lumpuh di atas kursi roda namun sekarang sudah sembuh. Ha ha ha … ketahuan nih ye? Tanda pengenal yang dikenakannya dan bajunya juga baju pengantarnya menunjukkan bahwa itu foto baru.

Saat ke panggung, ibu itu berjalan terseok-seok. Kaki kirinya pincang. Ketika mengambil tongkatnya dari Philip Mantofa dia juga terpincang-pincang. Tidak ada mujizat kesembuhan sama sekali.

 

Advertisements

8 thoughts on “Philip Mantofa Membongkar Penipuan Mujizat Palsu

  1. Hai hai,
    Mgn pencerahan utk ilmu gendam. Jika hipnotis adalah salah satu bentuk sulap, bgmn penjelasan ilmu gendam yg bisa membuat orang meyerahkan semua hartanya tanpa sadar?

    • Ada banyak penipuan atas nama Gendam, Intinya adalah KESERAHKAHAN. Misal, menawarkan untuk membeli HP dengan harga murah dengan alasan lagi perlu duit. Aada teman yang yang berlaku gak kenal kemudian memberi semangat bahwa berbuat baik itu baik. Taman yang lain lagi menyemangati. Akhirnya merasa itu perbuatan benar, maka serahkan uang Rp. 2 Jt. TErnyata ketika hp diserahkan, itu HP rusak.

      • ko Hai-hai, di gereja juga ada pendeta yang gemar menyemangati jemaat untuk “memberi yang terbaik” untuk Tuhan. Ketika masalah duit dibahas pendeta ini gemar mengajarkan siapa yang memberi sedikit akan menuai sedikit dan siapa yang memberi banyak akan menuai banyak juga, serta mengajar bahwa memberi (ke gereja) itu ibarat investasi, nanti akan menuai berlipat ganda, akibatnya jemaat banyak yang memberi ke gereja dgn motif (pamrih) supaya dapat hasil lebih banyak atau bisa juga karena ketakutan nanti hartanya katanya dilahap belalang pelahap kalo tidak memberi.
        Ini kayak praktek gendam versi “rohani” gitu ha ha ha…

  2. Org2 yg mnipu ats nma agama baik secara ia sadari (sengaja) mau tdk ia sadari (tdk sngja) krn brbgai alsan di baliknya, mnurut hukum gereja diapain ya?

    Klo scra hukum ngra, pastinya kna KUHP kyaknya, tp kok si pnipu didiemin aja. Knp ya pak hai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s