Front Pembela Philip Mantofa


Namanya saja Front Pembela Philip Mantofa. Itu sebabnya mereka menghalalkan segala cara untuk mengkriminalisasi dan menyakiti siapa saja yang dianggap menentangnya. Benar-benar mengenaskan sekali.

Front Pembela Philip Mantofa adalah Para pemujanya sementara Front Pembela Kristen, walaupun tidak memujanya namun membelanya mati-matian karena mereka beriman bahwa sejahat-jahatnya Philip Manfota, atau sejelek-jeleknya kekristenan jauh lebih jelek orang-orang Kristen yang membongkar aib kekristenan.

Perilaku front pembela Kristen persis sama dengan perilaku anjing pengecut. Apa itu anjing pengecut? Anjing galak adalah anjing penakut yang mudah merasa terancam. Saat ketakutan di balik pagar atau di dalam kandangnya, anjing galak pasti menggeram dan menggonggong sejadi-jadinya seolah-olah dia nggak sabar untuk membunuh lawannya.

Ketika anjing galak terpojok, dia akan menggigit secara reflek. Jadilah dia anjing pengecut. Anjing galak yang pernah menggigit orang akan langsung menggigit setiap kali dia merasa terancam tanpa menggeram dan menyalak duluan.

Kristen anjing galak adalah orang Kristen yang mudah sekali merasa terancam ketika merasa kekristenan diserang. Awalnya dia akan berapologetika alias berdebat untuk melakukan pembelaan. Dia mengutip ajaran dan ayat-ayat Alkitab untuk menunjukkan kesalahan orang lain dan mengajarkan yang benar.

Sayangnya, ketika kalah debat, orang-orang Kristen anjing galak itu pun secara naluri, langsung menghalalkan segala cara, bukan untuk membela agamanya namun langsung menyakiti hati lawannya dengan:

Mengkriminalisasi atau memperlakukannya sebagai penjahat dengan menuduhnya menjelek-jelekkan kekristenan dan melanggar Undang-Undang.

Mengejeknya dan menghinanya mencari ketenaran agar mendapatkan uang lewat google adsense (iklan internet).

Menghinanya dan mengejeknya sedang melampiaskan kedengkiannya atas kesuksesan dan ketenaran Philip Mantofa. Menakut-nakutinya dengan mengancam bahwa tindakannya itu akan dikutuk oleh Tuhan. Membujuknya agar kong-kalikong dan tidak menyerang demi menutup aib kekristenan. Menghasut orang lain agar mengabaikan karya-karyanya dengan alasan dia orang jahat atau dia hanya orang kelas kambing yang tidak sebanding dengan pengkotbah besar yang (diurapi TUHAN) yang sedang diserangnya.

Karena merasa yang dilakukannya itu menuai sukses itu sebabnya orang-orang Kristen anjing galak itu pun berubah menjadi orang-orang Kristen PENGECUT. Itu sebabnya alih-alih berapologetika mereka hanya menghalalkan segala cara untuk menyakiti hati orang. Benar-benar mengenaskan. Ha ha ha ..

Front Pembela Philip Manfota

Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Matius 12:33

Front Pembela Philip Mantofa mengagul-agulan bahwa Philip Mantofa sudah berbuah lebat sambil menghina hai hai alias bengcu alias Arief Chrisdiyanto tidak berbuah sama sekali. Bwa ha ha … kasihan sekali orang-orang picik itu, selain kurang cerdas juga kurang gaul itu sebabnya menyangka Philip Mantofa top markotop se-Indonesia bahkan sedunia, padahal, ha ha ha ha ….

Seharusnya mereka melakukan konfirmasi dulu, “Berapa penambahan anggota jemaat Gereja Mawar Sharon dari aksi Philip Mantofa memimpin Festival Kuasa Allah, Army of God, Asia for Jesus dan A Trip to Hell?”

Memangnya mereka tidak tahu bahwa jumlah anggota Gereja Mawar Sharon di Surabaya dan sekitarnya tidak lebih dari 10.000 orang dan itu bukan buah kerja keras Philip Mantofa namun mertuanya, Pdt. Jusuf Sutanto sejak tahun 1986?

Mereka tidak tahu bahwa meskipun punya 30 lebih gereja satelit di berbagai kota di Indonesia namun faktanya, selain di Surabaya dan sekitarnya Gereja Mawar Sharon hanya terdengar sayup-sayup belaka.

Memang Philip Mantofa sudah menerbitkan tiga buku yang katanya Bestseller: Before 30 (24 September 2004) yang terjemahkan ke bahasa Mandarin, Inggris dan Jerman. Iblis! Dalam nama Yesus! Lepaskan! – A Trip to Hell (16 Desember 2006). Before 30 Discipleship – Before 30 – seri pemuridan (April 2011).

Pertanyaannya adalah, “Kisanak, anda sudah membaca bukunya?” Karena belum membacanya, itu berarti mustahil Bestseller bukan? Jadi mana buah yang lebat itu? Ha ha ha ha …

Philip Mantofa juga bersaksi bahwa di usia mudanya dia telah menyaksikan dan memimpin secara pribadi 200,000 orang kepada Yesus. Artinya dia sudah menginjili 200.000 orang menjadi Kristen baru. Anda percaya?

Saya ingat, ketika memperingati 50 tahun pelayanannya, panitia menyatakan bahwa selama 50 tahun pelayanannya, Pdt Stephen Tong rata-rata berkotbah 500 kali pertahun atau lebih dari satu kali kotbah perhari. Total jumlah orang yang pernah mendengar kotbahnya hanya 1 juta orang alias hanya 40 orang setiap harinya.

Pertanyaannya adalah dari 200.000 orang yang diakuinya telah dia pimpin secara pribadi untuk menjadi Kristen di masa mudanya, “Ke mana saja ke 200.000 orang Kristen baru itu pergi makanya mereka tidak menjadi anggota Gereja Mawar Sharon?”

Apakah hai hai alias bengcu alias Arief Chrisdiyanto sudah berbuah lebat? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, hai hai hanya membongkar penipuan, dia tidak punya pelayanan itu sebabnya dia tidak melayani siapa pun, karena di sorga yang terbesar adalah anak-anak.

Advertisements

10 thoughts on “Front Pembela Philip Mantofa

  1. wkwkkwk, saya bukan pembela manusia atau pembela Tuhan, Tuhan tidak perlu dibela, karna Dia Maha Kuasa, hanya saja saya merasa iba melihat anda sibuk mengurusi orang-orang terkenal, sedangkan anda sendiri saya gak tau sudah membuat efek baik apa bagi dunia 🙂
    anda hanya sibuk mengomentari, melihat celah2 kesalahan, melihat kekurangan orang2 terkenal yang dipakai Tuhan,
    sedangkan mereka tidak menghiraukan anda sama sekali 😀 atau anda yang ingin terkenal melibatkan orang-orang terkenal dalam artikel anda? saya pernah melihat dengan langsung teman saya yang lumpuh bisa berjalan oleh pendeta yang tidak terkenal. kalau saya kasih tau nama pendetanya, anda juga mau mencari2 celah kesalahan dia?
    saya bukan membela, saya hanya merasa kasihan ketika membaca artikel anda yang sangat kuno. Alkitab aja ngikutin zaman kok, anda masih terjebak dalam kegelapan, makanya sayang sekali selagi masih ada nafas dan kesempatan, berbaliklah, orang yang Roh Kudus sudah meninggalkan dirinya itu orang-orang yang selalu berfikiran negatif, mencari2 kesalahan orang lain, melihat kekurangan. Padahal masih banyak hal yang anda bisa lakukan dengan tulisan bagus anda untuk memberkati misalnya, atau membangun iman orang lain, bukan menggoyahkan.
    Atau dengan iman tinggi saudara, saudara bisa menyembuhkan orang seperti para pendeta yang dipakai Tuhan yang terkenal2 itu 😀

    Semoga masih ada mujizat untuk anda, saya selalu mendoakan anda.

    • hai hai itu namanya Bengcu dari kata Bo bengcu artinya nobody, bukan siapa-siapa. Nggak masalah kkalau orang-orang yang anda sebut terkenal itu nggak peduli. Yang penting anda peduli lho? Kalau anda gak peduli gak mungkin dong nulis komentar? Ha ha ha …. Anda kesel ya, membaca tulisan hai hai ini? Ha ha ha …

      Kisanak, kalau anda kesal dengan tulisan hai hai seharusnya anda BERAPOLOGETIKA bukannya melampiaskan kekesalan anda dengan mengejek hai hai yang anda bilang mau terkenal itu. ha ha ha …

      Terkenal? Ha ha ha …. hai hai itu kan bo bengcu alias nobody alias bukan siapa-siapa? Namun bukan salah saya kalau sejak bikin Bloggweb Bengcumenggugat 2012, rata-rata jumlah hits-nya pertahun 1 juta lebih. Jadi Syukurlah saya sangat terkenal di Internet. Jau lebih terkenal dari Philip Mantofa dan banyak pendeta lainnya.

      Maaf lho, kalau anda tidak mengenal Suhu hai hai yang dasyat itu, itu karena anda tidak terkenal nak. Ha ha ha … Gimana rasanya hati anda setelah mengejek hai hai? Anda merasa puas? Ha ha ha ha …

    • jangan mau ditipu dengan statement berikut: ” sejelek2nya hamba Tuhan maka surga kok… sebaik-baiknya manusia yang menyerang hamba Tuhan maka akan masuk neraka!”…. yang benar itu tidak ada orang jelek yang bakal masuk surga… meskipun dia itu hamba Tuhan….
      MATIUS 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku

      MATIUS
      19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
      19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
      19:18 Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
      19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
      19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
      19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

      lihatlah jika pendeta masih menipu demi uang.. dan lihatlah betapa kayanya junjunganmu itu…. ia tidak akan masuk ke sorga

  2. Sikap mengkultuskan pendeta oleh jemaat memang benar2 sudah merasuki jemaat. Mereka akan menyangkal mati-matian bahwa mereka mengkultuskan pendetanya tapi ketika pendetanya di kritik akal sehatnya langsung hilang dan tidak mampu berpikir kritis dan secara defensif membelanya membabi buta.
    Biasanya jurus yang di pake yi: “jangan menyentuh hamba Tuhan yang diurapi”; mengherankannya tidak pernah juga berpikir bahwa itu sebenarnya adalah pengajaran manipulatif dari para pendeta sendiri untuk memproteksi dirinya supaya jemaat tidak berani bersikap dan berpikir kritis. Ketika mereka melihat hal-hal yang jelas2 tidak benar didalam gerejanya mereka “diajarkan” supaya jangan bersuara tapi cukup doakan saja. Bagi beberapa jemaat yang punya nyali untuk berani kritis dan bersuara hasilnya adalah siap2lah dikucilkan dan “dimusuhi”.
    Jurus yang lain yaitu langsung menghakimi orang yang mengkritik pendetanya supaya bertobat. Pola pikir seperti inilah yang paling sering saya jumpai dalam lingkup keluarga besar dan teman2 saya yang gemar memuji-muji dan mengagul-agulkan pendetanya.
    Berpikir bahwa mengkritik kelakuan pendeta dianggap sebagai serangan terhadap kekristenan benar-benar pola pikir picik yang justru hanya melindungi dan memproteksi hal-hal yang tidak benar dalam kekristenan ataupun di gereja tetap abadi dari generasi ke generasi.

    • Saya setuju dg Anda bro Garfield.

      Dan sdikit org yg memahami ajran hai hai dan sgl gugatannya. Padahal, yg ditulis hai hai itu bnar adanya. Tampak tdk rohani, tp sbnrnya ia sedang berusaha agar kekristenan back to the right track. Jln yg ditempuhnya beresiko memang, tp ia bkn tipe pengecut sprti para org kristen anjing galak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s