Kata Sahabat

Foto: hai hai

Bengcu Menguji, Tidak Menafsir

Teks oleh Ita Siregar

Pengantar

Haihai Bengcu alias Ang Ci Yang seorang penulis nyeleneh. Blognya, Bengcu Menggugat, dipenuhi gugatan ke banyak orang banyak kalangan tanpa pandang bulu. Dia punya kawan sebanyak “lawan”.

Tahun 2006 ia aktif menulis di Komunitas Blogger Kristen, Sabdaspace. Di dalamnya para blogger boleh menulis apa saja dengan cara apa saja, syaratnya harus tulisan sendiri (bukan karya orang lain), dan memakai Alkitab sebagai standar kebenaran. Bersama beberapa kawan “seiman”, dia menjadi Core User (semacam polisi komunitas) yang bergelar pendekar sambar gledeg.

Tiga tahun kemudian komunitas ini berkembang menjadi komunitas Kristen berbahasa Indonesia paling ramai di dunia yang anggotanya tersebar di lima benua. Perhitungan web analyzer dilihat dari jumlah lalu lintas dan luasnya penyebaran pengunjung situs. Saking padatnya jalur ini, situs sering hang alias mampat. Dalam tiga tahun itu total hit blog-blog Bengcu sendiri mencapai satu juta lebih.

Tahun 2011 mulai terasa ketidaksepakatan. Pemakaian kata tolol dan bodoh, serta tulisan yang menyerang ajaran seseorang dan menggugat kebijakan pemerintah, misalnya rencana kenaikan BBM, dianggap tidak mencerminkan iman Kristen. Admin komunitas ini pun bebenah dengan menghapus banyak tayangan.

Karena merasa tidak harmonis, Bengcu berhenti menulis di sana dan membangun blog sendiri,
Bengcumenggugat.Wordpress.com. Konon, selepas dia pergi, komunitas menjadi lebih tenang tetapi juga sepi pengunjung. Pasalnya, si biang kerok sudah pergi. Tetapi pertemanan di antara mereka tetap terjaga.

Awal 2012 ia aktif mengikuti kebaktian Bagimu Negeri di depan istana Merdeka dalam rangka perjuangan GKI Yasmin. Sebelum turun ke lapangan, ia mengamati dan mempelajari kasusnya. Yang unik, tiap kali hadir, tak lupa ia menyandang suling. Ia memang peniup suling. Suling adalah senjata ke-13 dalam tradisi pendekar Tiongkok kuno, yang bagi Bengcu sudah menjadi simbol perjuangan GKI Yasmin. Dua belas senjata membunuh musuh satu demi satu, senjata ke-13 menaklukkan negeri tanpa membunuh, kata pepatahnya.

Lalu, kami bertemu pada satu sore di Pizza Hut Cempaka Putih. Penampilannya asli pendekar berambut panjang. Memang sejak kecil dia sudah berlatih taekwondo, karate, silat, kungfu, yudo, tinju. Jagoannya Bruce Lee, legenda petarung yang belum ada tandingannya hingga kini.

Hampir lima jam saya ngobrol ngalor-ngidul dengan penyuka nasi padang ini. Seperti perkiraan saya, ia seorang yang menarik dan di kepalanya tersimpan banyak cerita.

Saya menyarikan obrolan kami untuk pembaca Kebuncerita.com. Semoga bermanfaat.

Membaca dan Menguji

Bengcu pembaca Alkitab yang intens dan teliti. Fokusnya arti kata dan kalimat. Dia membiarkan Kitab Suci itu menjadi “pendekar” yang membela dirinya sendiri.

Hobi membaca dan rasa ingin tahunya terlatih sejak kecil, apalagi ibunda tercintanya (sekarang 72 tahun dan sehat) kerap berkata, “Orang yang suka membaca jauh lebih bijaksana daripada yang tidak suka.” Dia pembaca komik dan cerita silat. Cerita favoritnya Dewa Pengemis Ang Cit Kong dan bocah tua nakal dari kisah Memanah Burung Rajawali.

Dia membaca petikan Kejadian 1 dan 2 hingga ratusan kali dalam upaya memahami kisah penciptaan alam semesta dan manusia. Ratusan kali pula ia membaca kitab Wahyu untuk memahami segala rahasia kehidupan. Tetapi dia belum memahaminya sampai sekarang. Menurutnya itu tidak masalah. Dia akan terus membaca sampai ketemu ‘klik’-nya. Ibaratnya, kita harus berani kembali ke Taman Eden yang dijaga oleh kerub berpedang api, untuk memeriksa sendiri pohon kehidupan itu.

Dia tidak setuju dengan pendapat bahwa Kitab Suci hanya untuk diimani. Menurutnya, Kitab Suci harus tabah melewati “ujian” umatnya. Ia mencontohkan Yesus yang menguji hari sabat dan mengatakan sesuatu yang sangat berbahaya pada masanya, bahwa hari Sabat tidak baik bila tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Yesus tak pernah dilaporkan mempersembahkan korban seperti tradisi agama Yahudi. Ketika harus bayar pajak bait TUHAN, Yesus bahkan menyuruh murid-Nya menangkap ikan untuk mendapatkan mata uang emas dari sana.

“Saya menemukan hal-hal yang tidak dilihat orang, mungkin karena saya tahu diri dan merasa bodoh. Saya membaca sambil menyelidiki kamus bahasa-bahasa. Sementara orang dengan pengetahuan lengkap, malas mempertanyakan kembali. Istilahnya, take it for granted. Kalau begini, pasti nantinya begitu. Padahal tidak seperti itu. Kitab Suci memiliki banyak pengetahuan yang baru muncul ketika kita bersikap terbuka tanpa prasangka,” ungkapnya.

Itu sebabnya Bengcu kurang sependapat soal menafsir kitab suci. Kalau tidak mengerti, tafsirkan. Kalau bacaan tidak logis, tafsirkan. Itulah yang dilakukan orang pada umumnya. Sementara dalam berdebat, seseorang harus benar-benar mengerti sendiri pengetahuan itu. Kalau tidak, dia hanya meng-copy-paste pendapat orang lain.

Setelah membaca ratusan kali, Bengcu bisa berpendapat bahwa Alkitab sangat ilmiah, akurat, gamblang, logis, sistematis, konsisten, dan berprinsip dua saksi. Semuanya dapat diuji dan teruji. Waktu Paulus ketemu Yesus di jalan ke Damsyik, Tuhan bersaksi kepada Ananias. Dan ketika Ananias bersaksi kepada Paulus, Tuhan bersaksi atau berbicara kepada Paulus. Prinsip dua saksi itulah yang kurang diindahkan oleh umat masa kini.

“Sekarang, orang-orang bersaksi bolak-balik ke neraka dan surga dan orang lainnya percaya begitu saja tanpa mengujinya. Itu sama sekali tak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Bengcu.

Alkitab Versus Kitab Tiongkok Kuno

Bengcu juga pembaca Kitab Tiongkok kuno yang tekun. Ia mengaku dirinya memahami Alkitab karena telah belajar Kitab Tiongkok kuno. Begitu juga sebaliknya. Dia memahami Kitab Tiongkok Kuno karena membaca sejarah dan pengajaran dalam Alkitab.

Menurutnya kedua kitab saling mengisi. Kitab Tiongkok kuno melatihnya berpikir secara sistematis, tidak berprasangka, dan sederhana. Ketika membaca Alkitab apa adanya, itulah dia menemukan banyak rahasia.

Dia mencontohkan kalimat dari Kitab Maleakhi 1:11 dalam Perjanjian Lama, ketika Allah (Yahweh) berkata kepada bangsa Israel, “Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.” Seandainya bangsa Israel meminta bukti, bangsa mana yang akan bangkit bersaksi? Jawabannya: orang Tionghoa kuno.

Orang Tionghoa kuno memberi persembahan kepada Sang Di (lafal: Sang Ti), berupa satu ekor lembu jantan muda yang tanduknya baru sekuku dan pemeliharaannya di bawah pengawasan raja. Dipelihara secara khusus dan tidak boleh ada cacat sampai ke bulu-bulunya. Itulah korban sajian yang tahir seperti yang dilakukan orang Israel kepada TUHAN.

Literatur Tiongkok berusia 5000 tahun sejarah dan 7500 tahun kebudayaan. Artinya, lima ribu tahun lalu orang Tiongkok sudah mengenal tulisan. Sebelumnya mereka mencatat dengan menyimpul tali. Bagua (lafal: pakua) atau delapan trigram adalah peninggalan catatan simpul tali, berupa garis lurus dan garis putus yang menggambarkan simpul tali.

Si Shu (empat bahasan), Wujing (lima kitab), Daodejing dan Mozi adalah kitab-kitab agama Tiongkok kuno yang paling berotoritas dan terjaga lestari. Kesebelas kitab ditulis dalam bentuk puisi, peribahasa dan prosa itu, tentang sejarah, pidato raja-raja, tata negara, tata ibadah, tata pergaulan bahkan resep masakan.

Kitab Tiongkok menulis, bahwa pada mulanya adalah Ziran, yaitu yang ada karena diri-Nya ada. Dia Maha Tak Berubah. Maha tak berbatas. Lalu Ziran melahirkan yang Maha Berubah dan Maha Batas. Maha Berubah melahirkan Dua Ada, yaitu Yin dan Yang. Yin dan Yang bisa dibedakan namun tak bisa dipisahkan. Yin dan Yang adalah Terang dan Gelap. Di dalam terang ada gelap. Ketika terang, gelap tidak pergi tetapi dia ada di dalamnya.

Yin dan Yang melahirkan Empat Rupa, yaitu: Yang besar, Yang kecil, Yin besar, dan Yin kecil. Kemuaian Empat Rupa melahirkan lima wujud, yaitu: tanah, air, tumbuhan, binatang, manusia. Manusia adalah yang paling mulia di antara kelima wujud.

Menggugat Pendeta Alam Roh

Dalam waktu dekat Bengcu akan meluncurkan buku pertamanya, berjudul Bengcu Menggugat [Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen], dan subjudul Membongkar penipuan dukun-dukun dan kesesatan pendeta-pendeta Kristen. Enam tahun ia menunda kelahiran buku ini bukan tanpa alasan.

“Pukulan yang tidak mematikan akan membuat yang dipukul semakin kuat! Enam tahun untuk menguji dan menguji,” katanya.

Bengcu membiarkan saya mengintip apa saja isi buku barunya. Salah satu yang menarik buat saya adalah catatan Bengcu tentang lima jenis roh jahat.

Roh jahat pertama adalah iblis yang mencobai Yahweh di PL, dan mencobai Yesus di PB. Setelah itu tidak ada lagi iblis. Ia merujuk Ibrani 2:14, bahwa iblis sudah dimusnahkan. Iblis bukan dikalahkan atau dibunuh atau dimatikan, tetapi dimusnahkan. Dimusnahkan, artinya, tidak ada lagi yang disebut iblis. Iblis diterjemahkan dari kata Ibrani Satan, kata Yunani Satanas dan diabolos.

Roh jahat kedua adalah setan yang diterjemahkan dari kata Yunani daimonion atau pneuma akathartos yang artinya roh najis. Apabila setan merasuki seseorang, yang dirasukinya itu gila sehingga tidak bisa komunikasi dan berinteraksi dengan sesama manusia. Tetapi bila bertemu bahkan melihat Yesus dari jauh, setan bukannya kabur, malah menghampiri-Nya, berlutut lalu bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah yang Maha Tinggi. Setelah Yesus disalibkan, mati, dibangkitkan, dan naik ke surga, tak ada lagi setan-setan gentayangan untuk bersaksi kepada Yesus.

Roh jahat ketiga adalah penyakit misalnya bongkok dan ayan. Karena tidak diketahui penyebabnya maka disebut kerasukan roh jahat.

Roh jahat keempat adalah berhala. Menurut Alkitab, berhala tidak bernyawa dan tidak ada rohnya sehingga tidak berkuasa untuk berbuat baik apalagi berbuat jahat kepada manusia. Disebut roh jahat bukan karena ada rohnya namun karena penyembahan kepada berhala menyebabkan orang menjadi jahat. Misalnya menyembah dewa Molokh dilakukan dengan mengorbankan anak.

Roh jahat yang kelima adalah segala sesuatu yang tidak dipahami namun menimbulkan kejahatan sehingga disebut roh jahat. Misalnya, masa pendukung sepakbola yang ujug-ujug beringas karena kesebelasannya kalah.
Alkitab juga mencatat tidak ada arwah manusia yang gentayangan di dunia. Karena tidak ada roh-roh jahat yang gentayangan lalu bagaimana dengan hal-hal gaib yang disebut okultisme atau sulap.

Sulap menurutnya adalah hal gaib yang tidak ajaib. Pesulap melakukannya untuk menghibur penonton, dukun menggunakannya untuk menipu pelanggan dan pengkotbah menyebutnya kuasa gelap untuk mencari pujian.

Praktek Menguji

Bengcu tidak menggugat sembarangan tetapi melakukan pengujian terhadap beberapa praktek seperti debus, jalan di atas api, jalan di atas beling, makan beling. Jailangkung, nini towong, bambu gila, kuda lumping, kerasukan dewa-dewi, semuanya bisa diungkap trik sulapnya. Termasuk orang makan paku atau jarum dan tenaga dalam bahkan hipnotis. Itu sebabnya ia menyebut dirinya the bunker atau orang yang membongkar trik sulap yang diakui sebagai kuasa gaib.

Dalam hal menggugat ini, ia secara terbuka menyebutkan nama dan praktek mereka serta pengujian yang sudah dilakukan agar tidak dianggap pengecut atau bicara tanpa fakta.

Saya tersenyum geli mendengar dia menyebutkan pendeta yang mulanya bersaksi terbang ke surga digandeng
Tuhan Yesus namun kemudian menyangkal kesaksiannya itu dengan bersaksi dia ke surga digandeng malaikat naik tangga. Ada juga pendeta yang awalnya bersaksi piknik ke neraka sendirian lalu menyangkal kesaksiannya dengan bersaksi ke neraka bersama Yesus.

Tertarik untuk mengetahui bagaimana sulung dari tujuh bersaudara kelahiran Medan ini mengupas kasus dengan cara menguji? Silakan membaca sendiri bukunya.

Catatan Penulis:

Beberapa referensi soal uji-menguji. Tuhan menguji umat-Nya, umat-Nya menguji Tuhan, manusia menguji manusia lain, manusia menguji dirinya sendiri.

…dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. –Sabda Tuhan dalam Kitab Maleakhi 3:10

…pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatanku. –Sabda Tuhan dalam Mazmur 95:9.

…janji-Mu sangat teruji. –Kata-kata Daud kepada Tuhan dalam Kitab Mazmur 119:140.

… ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah, sebab banyak nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. –Perkataan Yohanes dalam Buku I Yohanes 4: 1.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. –Perkataan Paulus kepada jemaat di Kota Tesalonika dalam I Tesalonika 5:21

Baiklah tiap orang menguji pekerjaannya sendiri, bermegah melihat keadaannya sendiri, bukan melihat keadan orang lain. –Kata-kata Paulus dalam Kitab Galatia 6:4

Ujilah apa yang berkenan kepada Allah. –Buku Efesus 5:10.

@Kebuncerita.com

19 thoughts on “Kata Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s